Ustadz Instan, Ustadz Kardus

Ilustrasi

Oleh : Yadi Setiadi

Cukup dengan meng-klaim belajar otodidak “langsung” kepada Rasulullah dan para sahabat, dia berani berdiri di depan mihrab, berani berbicara tentang agama di depan jamaah yang mayoritas abege2 dan ibu2 muda di Kota Bandung.

Sampai suatu waktu, tanpa rasa jengah dan malu, dia berani berujar bahwa Rasulullah Al Mustofa itu pernah sesat. Katanya, Rasulullah hanyalah manusia biasa seperti kita yang pada awalnya sesat, seperti halnya bayi2 yang tidak tahu apa2. Tidak sampai di situ, tanpa rasa bersalah dia pun berbicara lantang, untuk apa memperingati maulid Nabi yang pada saat dilahirkan masih dalam keadaan sesat?

Wahai penceramah berkupluk, kamu sudah melewati batas! Muhammad Manusia Suci kamu bilang sesat?

Tidakkah kau belajar, Nur Muhammad itu penyebab terciptanya Alam Semesta ?

Tidakkah kamu belajar, Allah SWT pun menghormati Rasulullah sedemikian sehingga hanya beliaulah yang “mirip” dengan Zat-Nya?

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىءٌ ( سورة الشورى : 11 )

“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk yang mirip dengan-Nya (Muhammad) “ — QS. as-Syura:11

Ah, saya lupa. Kamu ustadz Kardus, ustad instan berkupluk yang belajar otodidak. Sekarang kamu sudah meminta maaf. Sebagai umat Muhammad, kami tentu memberi maaf. Tapi proses hukum haruslah berjalan terus. Ini bukan masalah ringan. Ini masalah berat, menyangkut kesucian nabi yang kami cintai, Rasulullah al Mustofa

Sumber : Status Facebook Yadi Setiadi

Friday, August 10, 2018 - 01:30
Kategori Rubrik: