Ustadz Dulu dan Kini

Oleh: Erwin Rudiyanto
 

Dulu saya sempat berpikir inilah saatnya umat Islam di Indonesia untuk bangkit dari ketertinggalan pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Pada masa apa ya? Masih ingat sekitar tahun 2000 an dimana nongol ulama/ustad/kyai dg muka-muka baru di media elektronik TV. Contohnya Aa Gym, Arifin Ilham, Yusuf Mansur sampai Alm. Udje.

Saat itu SCTV paling getol menyelenggarakan pengajian akbar live di Mesjid Istiqlal 2 minggu sekali. Pikir saya ada pencerahan bagi umat. Ulama mulai dianggap sebagai pemimpin umat yang sebenar-benarnya. Keluh kesah umat dalam hidupnya mendapatkan solusi dari pemimpinnya.

Tetapi apa yang terjadi ? Pengajian yang membosankan dan tetap saja umat bergulat sendiri dalam menyelesaikan masalahnya. Kemiskinan umat tidak menemukan solusinya. Kalau saja saat itu ustad-ustad yang sudah mendapatkan kepercayaan dari umat memanfaatkan momentum tersebut mungkin kita tidak perlu lagi curiga, iri, menuding, memaki kaum non muslim dan ras tertentu.

Maksudnya bagaimana ? Saat itu seharusnya ustad-ustad dapat dengan jernih tahu apa saja yang dibutuhkan demi kemaslahatan umat. Contohnya adalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Ustad-ustad tersebut seharusnya membentuk satu tim yg selalu mencari umat-umat yang membutuhkan pertolongan. 10 menit terakhir pengajian di media televisi, para ustad tersebut meminta peserta pengajian dan penonton di rumah untuk membantu saudara-saudara seimannya. Tampilkan 10 orang umat yang telah disurvei oleh tim sedang membutuhkan pertolongan.

"Saudara-saudara perkenalkan Si A sedang mengalami musibah anaknya sakit parah di rumah sakit tetapi tidak mempunyai dana untuk pengobatannya. Tolong dibantu... "

" Saudara-saudara perkenalkan si B baru saja di-PHK dan menganggur. Sebenarnya si B mempunyai keahlian ini. Mungkin ada saudara-saudara yang mempunyai info atau butuh tenaga bersangkutan. Tolong dibantu "

" Berikutnya si C hidupnya miskin dan rumahnya dah mo roboh. Tolong dibantu "

" Berikutnya si D punya anak yang putus sekolah karena tidsk ada biaya lagi. Tolong dibantu "

" Si E sedang membangun mesjid tapi dansnya belum cukup Mohon dibantu. "

" SI F membutuhkan bantuan dalam menjalan Panti yatim piatu. Mohon dibantu"

Dst. Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi tim kami. Saya yakin umat Islam di Indonesia maupun di luar Indonesia yang mampu akan berbondong-bondong membantu.

Kalau saja tiap 2 minggu, para ustad yg sdh punya nama tsb melakukan hal tersebut setiap 10 menit akhir pengajian maka itulah saatnya kebangkitan umat Islam karena saya yakin sekali umat Islam itu kaya asalkan dijalankan dengan benar dan amanah. Kekuatan umat Islam dalam perekonomian , pendidikan dan kesehatan akan menjadi kekuatan politik sendiri dan yang lain akan mengikutinya karena umat Islamlah penggerak perubahan di Indonesia.

Sayangnya itu tidak dilakukan, para ustad/ulama saat itu hanya memikirkan diri dan golongannya serta terlena dengan keselebritisannya. Jadi tidak usah kaget umatnya tetap jalan di tempat dan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Yang menariknya isu aseng selalu dihembuskan saat pilkada padahal justru asenglah yg banyak berbuat demi kemaslahatan umat baik muslim maupun non muslim. Ironis.

 

(Sumber: Status facebook Erwin R)

Friday, November 18, 2016 - 20:45
Kategori Rubrik: