Ustad-Ustadz Palsu

Ilustrasi

Oleh : Fauzi Mukrim

Beberapa tahun lalu ada seorang pria Indonesia di luar negeri. Ia mengaku ustadz alumni sebuah pesantren di Sumatera. Berbekal gelar sarjana agama dan magister,ia datang menceramahi TKI yang bekerja di sana.

Ia berceramah tentang pentingnya sedekah, dan ujung-ujungnya meminta para buruh migran yang kebanyakan perempuan itu, untuk menyumbangkan uangnya "di jalan Allah". Banyak yang terpesona dengan ceramahnya. Sampai kemudian beberapa orang TKW merasa aneh dengan perilaku ustadz itu dan melapor ke KBRI setempat. Mereka merasa ditipu.

Si ustadz pun diinterogasi. Dan yang paling pertama diketahui adalah gelar S2-nya palsu. Lalu kemudian terungkap juga bahwa ia cuma hapal surah-surah pendek di juz amma.

Ketika ditanya kenapa ia berani "berdakwah" sampai ke luar negeri hanya dengan modal pengetahuan minim seperti itu, ia pun "berlindung" di balik sabda Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat".

Belakangan banyak orang yang muncul dengan dalil itu. Orang-orang yang melihat agama sebagai bisnis yang sangat menggiurkan. Sekarang banyak orang yang rindu pada ilahi, dan itu adalah segmen pasar yang bagus. 
Berbekal satu dua ayat hasil googling, tinggal tambah gelar ustadz di depan nama, dan cringg! Duit pun mengalir.

Kemarin ada kejadian juga. Seorang penampil di TV yang menyebut dirinya ustadz, berceramah bahwa di surga nanti orang bebas pesta seks. Itu dia bilang di depan jemaah ibu-ibu. Barangkali dia pikir Tuhan itu semacam EO orgy.

Belakangan dia minta maaf dan beralasan bahwa "itu karena kedangkalan pengetahuan saya".

Kemudian ada yang nanya, kalau merasa masih dangkal kenapa berani ceramah? Dan dengan segera, pendukung-pendukungnya pun lagi-lagi menyitir hadits Bukhari itu sebagai pembelaan. Perintah Rasul, katanya. "Sampaikanlah walau hanya satu ayat."

Hmm. Terserah elo deh, Bro. Tapi, yang diperintahkan Rasul kan adalah dakwah, bukan asal bunyi....

Sumber : Status Facebook Fauzi Mukrim

Saturday, July 21, 2018 - 19:30
Kategori Rubrik: