Urus Negara Koq Coba-Coba

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Ada kata-kata bijak :"Jangan biarkan orang yang tidak berpengalaman mengguruimu". Kata-kata bijak ini persis menganalogikan dengan situasi Pilpres 2019 sekarang ini.

Ada satu pasangan calon yang satu punya pengalaman komplit dalam mengurus rakyat dan birokrasi serta pembaharuan yang telah dilaksanakan mulai level Walikota, Gubernur sampai Presiden. Adapun wakilnya sudah khatam menjadi wakil rakyat sampai mengurus umat. Dua-duanya mempunyai rekam jejak yang mumpuni dan merakyat.

Pasangan calon yang satu lagi terdiri dari orang yang sama sekali tidak punya pengalaman bersentuhan langsung dengan rakyat. Capresnya mempunyai rekam jejak buruk di dunia kemiliteran dan hal azasi manusia. Dan selama bertugas di kemiliteran belum pernah sekalipun memegang daerah komando teritorial, sehingga pengalaman mengurus rakyat NOL BESAR. Wakilnya seorang anak mami yang tumbuh dalam situasi penuh kemanjaan dan pertolongan orang lain. Sempat beberapa bulan menjadi wakil gubernur dengan hasil yang gagal total.

Secara nalar dan akal sehat seharusnya rakyat Indonesia bisa dengan mudah menentukan pilihan antara emas dan besi rongsokan, antara orang yang berpengalaman dan sama sekali tidak punya pengalaman. Namun apa yang terjadi ? Politik identitas yang bernuansa agama dan strategi kampanye yang menebar hoax dan fitnah serta domplengan kepentingan hitam memporak- porandakan akal sehat dan nalar sebagian rakyat.

Saya tidak tahu mengapa sebagian rakyat Indonesia begitu mudah terpedaya oleh manisnya kata-kata. Saya juga heran mengapa sebagian rakyat tega menyerahkan urusan kemaslahatan rakyat Indonesia kepada orang yang jelas-jelas tidak punya pengalaman. Saya juga prihatin mengapa mereka tega mempertaruhkan masa depan Indonesia dan anak cucu kita pada kelompok orang yang jelas-jelas begitu ambisius ingin kekuasaan.

Bagi saya ini tragedi nurani dan kemanusiaan. Bagaimana mungkin urusan negara besar dengan penduduk hampir 270 juta orang dan kompleksitas masalah yang tinggi akan kita percayakan kepada orang-orang yang sekedar coba-coba ? Jujur nalar saya tidak mampu menjangkau pertimbangan dari orang-orang yang begitu fanatik mendukung mereka.

Pilpres 2019 sejatinya adalah pertarungan kelompok orang berakal sehat versus orang yang kehilangan akalnya. Pertaruhan kebersihan nurani versus semaian kebencian yang menggumpal. Pilpres 2019 juga merupakan adu karya dan kerja nyata versus permainan kata dan rencana-rencana belaka. Dan Pilpres 2019 adalah unjuk performa antara figur pelayan masyarakat versus sosok penguasa atas rakyat.

Siapa yang akan menang ? Wallahualam.
Saya hanya berharap Tuhan tetap selalu akan berpihak pada kebaikan dan kebenaran. Saya hanya berharap Tuhan pada waktunya akan berkenan membukakan pintu kebersihan nurani bagi orang-orang yang selama ini sengaja dibutakan mata hatinya oleh sekelompok orang yang punya maksud jahat untuk negara ini.

Indonesia ini rumah kita bersama. Jangan biarkan dikelola oleh sekelompok orang jahat mabuk kuasa yang sekedar coba-coba.

Apalagi salah satu anggota kelompok mereka "si pipi bergelombang" baru saja ditangkap Polisi karena lagi sedang fly dengan narkoba. Duuuuuuh anda mau negeri ini dipimpin oleh kelompok seperti mereka ??

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

 

Tuesday, March 5, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: