Upaya Sistematis Untuk Tidak Percayai KPU

ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Narasi untuk membuat KPU maupun Bawaslu tdk berintegritas dan tdk netral terus digencarkan, sehingga jika hasil pilpres nanti mengecewakan satu paslon, maka akan dibuat narasi baru, pilpres tidak sah, karena dipenuhi kecurangan...

Diantara wacana yang dibuat, Bawaslu tidak netral dalam menyikapi acungan jari Anies Baswedan yg menunjukkan salah satu simbol kampanye salah satu paslon. Anies dipanggil, diperiksa dan terancam vonis penjara smntara tdk sedikit kepala daerah lain yang terang2an berkampanye sambil mengacungkan jari mendukung petahan...

Dimunculkanlah foto Ridwan Kamil yg mengacungkan satu jari sebagai simbol dukungannya pd paslon nomor satu, sambil dibuatkan caption, nih RK tidak dipanggil Bawaslu sementara AB diinterogasi.... tanpa melihat acungan jari RK itu diacara pada hari apa...

Aturan KPU, kepala daerah boleh berkampanye, dengan syarat bukan dihari kerja dan jika dihari kerja harus ambil cuti di hari itu... sehingga kampanye oleh kepala daerah di hari sabtu dan minggu, boleh dan bukan pelanggaran... sementara AB menghadiri acara partai di hari kerja dan tidak mengambil cuti, hanya mengantongi izin dari Mendagri,

itupun izinnya untuk menghadiri acara, bukan ikut berkampanye, karenanya acungan jarinya pun menjadi bermasalah... karena itu Bawaslu memanggil sesuai laporan yg masuk... ingat, baru dimintai keterangan, belum jd trsangka dan belum divonis bersalah... tapi sdh beredar wacana, KPU dan Bawaslu tidak netral...

Berbuat adillah... mulai dari pikiran.

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Thursday, January 10, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: