Upaya Menjadikan Indonesia seperti Suriah itu Nyata

Oleh: Budi Setiawan
 

Jika ada pandangan tidak mungkin Indonesia menjadi Suriah yang terpecah belah, maka kaji ulang pemikiran itu. Ironisnya, upaya keji ini dilakukan disaat segenap komponen bangsa menghadang pengaruh asing.

Lihatlah betapa menteri Sri Mulyani yang berupaya keras agar kekuatan asing gagal menjebol keuangan negara dengan memecat JP Morgan. Menteri Jonan menyekat Freeport dan penambang asing untuk tidak mengangkangi sumber daya negeri. Atau Jenderal Gatot yang melabrak Australia karena menghina lambang negara. Belum lagi perjuangan keras para diplomat kita di luar negeri yang berada digarda terdepan mempertahankan Papua.

 

Didalam negeri,secara nyata kebhinekaan kita dirobek dan dikiikis sedikit demi sedikit oleh kaum fundamentalis. Pengalaman mereka menyalurkan donasi dermawan asal Indonesia yang jatuh ketangan teroris atau bahkan mendukung teroris dan kelompok perlawanan di Suriah telah memberi pandangan liar bahwa negara Islam Indonesia bukanlah khayalan. Bisa dilakukan.

Caranya dengan melakukan safari menebarkan kebencian baik dikala subuh maupun siang. Tekanan terus dilakukan oleh mereka dengan serangkaian demo yang tidak masuk akal. Setelah menyasar non Muslim kemudian menghantam sesama Muslim yang tidak sejalan , kini mereka mulai menekan alat-alat pemerintahan, mulai dari BI hingga polisi.

Sikap menarik urat sabar sampai panjang yang ditunjukkan pemerintah disalahkan artikan sebagai sikap lemah. Mereka kini mulai meniru pemberontak Suriah dengan mengubah bendera resmi negara Sang Saka Merah Putih. Jika dibiarkan, bendera itu akan menjadi lambang identitas perjuangan mereka.membelah persaudaraan kita. Sikap kurang ajar terhadap lambang negara adalah petunjuk jelas bahwa telah terjadi eskalasi kegiatan kaum fundamentalis menguasai Indonesia dengan meniru cara-cara pemberontak Suriah.

Ini harus dihentikan. Sudah saatnya pihak keamanaan bertindak tegas menghancurkan gerakan pemecah belah bangsa ini mumpung masih jadi kutil. Siraman Kalpanak dikepala mereka sudah cukup menghentikan kegilaan ini agar tidak merajalela. Jangan biarkan mereka berkembang besar hingga susah dikendalikan.

 

NKRI punya kita bukan milik mereka. Mereka cikal bakal DI/TII jilid kedua.

 

(Sumber: Status Facebook Budi Setiawan)

Wednesday, January 18, 2017 - 22:45
Kategori Rubrik: