Untung Masih Ada Cina

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Saya ingat tahun 60-an ada PP 10 kalau nggak salah, yg mengharuskan keturunan Cina Indonesia harus balik ke Tiongkok. Saya dengar sayup2 ibu saya tanya ke kakek saya apa bapak juga harus pulang ke Tiongkok. Kakek saya yg mualaf dua jenjang diatasnya, malah nanya balik, pulang ke Tiongkok mana, wong aku ini taunya Indonesia, ya lebih baik mati disini daripada dipaksa ke Tiongkok.

Sisa dari kejadian PP 10 mungkin masih ada di Medan, tepat nya daerah Pulau Berayan. Disana ada satu komplek yg di huni keluarga keturunan yg tidak sempat di pulangkan. Mereka sampai thn 90an masih gak punya KTP dan identitas apa saja, mereka stateless. Tapi dasar orang Cina, makin di kurung makin produktif. Mereka produksi sapu, keset kaki, jualan makanan, dll. Akhirnya daerah itu menjadi sentra ekonomi yg menggerakkan ekonomi lingkungan.

 

Sekarang ini setelah sekian abad sejak bangsa Cina hadir disini, masih saja ada mulut bau yg memghujad Cina. Konon Wali Songo 3 diantaranya orang Cina, Laksamana Ceng Ho Cina, di Jatim ada beberapa masjid Ceng Ho, bentuknya seperti Kelenteng, warnanya merah hijau. Jadi memang Nusantara ini dibentuk bersama dgn bangsa Cina, lha kok sampean mendadak Arab.

Agama mayoritas di Indonesia kebetulan lahir di Arab, terus orang kita yg ndablek mendewakan Arab, wong sekarang bangsanya sendiri di bom, kerjasamanya dgn Amerika pula, kok kita malah mengkultuskan Arab, hadirnya mereka disini justru menebar bibit kerusuhan, lihat mulut dan prilaku Rizieq, Haikal Hasan, Yusuf Martak, sampai Arab palsu yg lain, nampil jadi Habieb teriak di pinggir jalan, menghasut masyarakat yg mendewakan agama tapi lupa Tuhan, mereka mau memecah belah dan memgganti pancasila. Apa yg sudah dibuatnya utk Indonesia, selain jualan muka Arab dan ayat, coba cek siapa mereka, apa usahanya yg bisa memperkerjakan warga, coba lihat orang Cina, jutaan warga Indonesia kerja di perusahaan Cina, ingat itu jutaan perut di nafkahi orang Cina. Belajarlah sampai ke negeri Cina kata Rasullulah , bukan ke negeri Arab. Kalian hanya di wajibkan naik Haji, setelah itu pulang. Titik.

Stigma orang Cina seolah merusak Indonesia adalah ke tololan akut, lihat saja Jakarta di benerin orang Cina, skrg di rusak Arab. Cinanya yg di bilang kafir kelakuannya mulia, lha yg di muliakan tuan Arab nya akhlaknya seperti kera, ngerusak terus kerjanya. Kita ini memang, suka dgn yg bau agama, tapi lupa kelakuannya justru merusak agamanya.

Saya setuju apa yg di sampaikan oleh KH. Islamudhin, kita sesak nafas tanpa Cina. Kita sudah berenang di laut Cina, dari CD yg 10 rb dapat 3, hp 300 rb, peniti, obeng, oleh2 haji, semua bisa kita beli karena barang yg di buat Cina, coba beli barang buatan Amerika, sampai jontor kalian gak bs beli iphone, audio Bose, mobil Jeep, semua harganya selangit, yg bisa kalian lakukan cuma dahi berkerit. Mau beli barang Arab, ya cuma korma, sama hajar jahanam. Akhirnya yg di import budaya Arab yg bejad.

JADI SODARA2 JGN BESAR KEPALA DAN BENCI AMA ORANG CINA, KALAU PAPER CLIP SAJA KITA TAK BISA MEMBUATNYA. KERJA SAJA BAIK2 AGAR GAK ASAL NGEMBIK.

 

(Sumber: Facebook Iyyas S)

Friday, February 28, 2020 - 22:30
Kategori Rubrik: