Untung Ada JK

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Setelah selesai pencoblosan pilpres beberapa jam kemudian PS sujud, kemudian sujud lagi dan lagi. Ini sebuah tragedi hilangnya makna sujud yg sebenarnya, karena sujud adalah simbol rasa hormat kepada yg dihormati karena rasa syukur atau bentuk terima kasih yg tinggi, tapi kalau sujud yg didasari kebohongan, maka maknanya menjadi pelecehan sekaligus dagelan murahan.

Pasca sujud itulah kemudian pilpres menjadi hingar bingar, KPU lembaga resminya mulai diserang, tuduhan kecurangan dan dagelan susulan terus dilakukan. Sampai puncaknya sebuah rencana kerusuhan dilakukan, untung saja TNI dan Polri bisa menggagalkan, tak tanggung-tanggung 4 jenderal ada dibelakang sebagai wayang, dan bahkan konon masih ada yg bakal diundang utk dimasukkan kandang. Dan, sang dalang mulai meriang, sangat terang benderang melihat siapa gerangan Ki Dalang yg meriang.

 

Dari sejak sujud selesai dan tercium bau pemaksaan agar paslon picisan dimenangkan, agar tak terjadi kerusuhan sdh diantisipasi, makanya ada ajakan agar PS bertemu Jokowi, tapi dgn pongahnya LBP sbg utusan tdk ditemui, dan BPN dgn angkuhnya mengatakan kl mau ketemu dgn BPN saja, luar biasa, urusan negara mau dihandel orang-orang yg kelasnya berhoaks ria.

Setelah kerusuhan, dan dicokotnya sang jenderal kadal, dalangnya mulai mual karena konon namanya ada dalam skenario brutal dgn rencana massal. Bau amis itu sebenarnya sdh jelas, sejak Kivlan dicokot dan dia mengajak PS bertobat, maka jelas sudah siapa dibelakang ini semua. Ditengah kepanikan itu, tiba-tiba ada JK disana, bertemu PS dan konon mengultimatum, shg PS langsung menelpon orang-orangnya yg dilapangan utk tdk membuat rusuh dan tdk datang ke sidang MK. JK luar biasa, dia menjadi pahlawan, Indonesia terhindar dari huru hara yg membara.

JK, selalu ada dimana-mana, main dua kaki sdh wataknya. Jadi jangan terkesima, karena skenario itu mungkin saja sudah diendusnya. Ingat keponakannya dipasang disana, Erwin Aksa, sang empunya heli yg dipakai Anies saat QC pilkada Jakarta menunjukkan angka menangnya. Anies terbang ke Balai Kota mendarat di Aryaduta, begitu pongahnya, menang dgn menjual agama, bahkan Zakir Naek di terima JK diistananya.

Erwin Aksa tetap dipasang dikubu no.2, untuk jaga-jaga, dan JK, seolah mendukung Jokowi dgn sanjungan tinggi, statementnya bgt membuat orang terkesima, pujiannya selangit kepada Jokowi, sampai orang lupa dia pernah menghabisi BTP penerus Jokowi membangun Jakarta dan sekarang Jakarta porak poranda dirusak oleh calon yg didukungnya.

JK adalah pengusaha, dia akan hadir dimana saja yg bisa menghasilkan untung buatnya, urusan negara ntar saja, Jakarta porak poranda dia pura-pura lupa, tapi kita jgn lupa bhw dia punya andil disana. Jakarta nyaris membara saat itu andai BTP tidak jadi tumbal utk kalah, kini Jakarta yg menjadi tumbal utk Indonesia, karena kita belajar dari Jakarta maka Indonesia terhindar dari praktek yg sama dijarah dgn dalil agama, seolah orang islam Indonesia menjadi makmumnya, makmum islam radikal yg direstuinya, walau tak kelihatan tapi tercium baunya. Bau asap dari tragedi Jakarta.

Kini kita sdg menanti episode berikutnya, langkah apa yg akan dimainkannya, tapi yg pasti dia sdh memegang kartu trup agar dia bisa masuk kemana saja.

Ah..JK memang luar biasa, doa kita semoga tdk terjadi tragedi Arung Palaka disaat Indonesia sdg ditata..Semoga..

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)
Wednesday, June 19, 2019 - 21:00
Kategori Rubrik: