Untuk Mengenang Pak Ahok Yang Tidak Pernah Terlupakan

Oleh : Eiwie Younora

Dengan rendah hati dan kekecewaan yang sangat dalam, saya berbagi melalui tulisan di bawah ini, betapa banyak di antara kita yang masih sangat kecewa dan sedih kehilangan sosok pemimpin seperti Ahok:

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah salah satu sosok yang begitu ramai diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir, sejak beliau menjabat sebagai gubernur Jakarta menggantikan Joko Widodo yang menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014.

Pada saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok benar-benar menjadi pusat sorotan, baik menyangkut kepribadiannya, maupun kebijakan-kebijakan serta gaya kepemimpinannya.

Meskipun gaya kepemimpinannya membuat banyak orang kecewa dan mungkin sakit hati, tetapi kalau kita mau jujur, secara keseluruhannya, sosoknya begitu dicintai dan dibela oran banyak.

Bahkan, orang yang tidak pernah mengenalnya, yang berada jauh dari Jakarta pun menaruh perhatian sekaligus simpati terhadapnya.

Ada fenomenal yang menarik adalah kepemimpinannya sebagai gubernur Jakarta dinilai sukses dalam membangun Jakarta.

Seandainya beliau diberi kesempatan lebih lama lagi dalam memimpin Jakarta, banyak yang meyakini kesuksesannya bisa sama dengan gubernur terdahulu, Ali Sadikin.

Meskipun, jelas bahwa banyak juga yang tidak suka dengan kepemimpinannya, khususnya dari lawan-lawan politiknya.

Diulas juga strategi luar biasa transparansi publik versi Ahok yakni sering mengupload video rapat di Youtube Pemprov DKI, yakni Ahok yang terkesan agresif, suka marah-marah, dan berbicara kasar, dan sejenisnya.
Tetapi, ternyata ada alasan yang jelas, yakni tidak ingin bermain-main dengan uang rakyat, menekan korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan, berhemat, dan menolak berbagai korupsi yakni manipulasi anggaran atau mark-up anggaran untuk dialirkan ke kantong-kantong pribadi para pejabat di DKI Jakarta, termasuk ketegasan dalam menolak kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok yang sejauh ini menjadi mayoritas cara berpikir pejabat di DKI Jakarta.

Di atas semua itu, yang paling fenomenal dari Ahok adalah dinobatkannya sebagai pemimpin terbaik se-Asia. Ia dinobatkan sebagai “Man of The Year” tahun 2015 oleh majalah Globel Asia.
Majalah ini menelusuri secara detail cara kerja Ahok serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai sejak menjabat sebagai Anggota DPRD Belitung dan Bupati Belitung hingga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam sejarahnya, belum pernah ada pemimpin yang berani seperti Ahok dalam menjalankan kebijakan di Ibu Kota Negara. Terlebih Ahok merupakan minoritas yang beretnis Tionghoa dan beragama Kristen.
Padahal, masyarakat Indonesia, menurut penilaian Majalah itu, bisa dikatakan masih rendah dalam pendidikan sehingga akan mudah diprovokasi dengan isu-isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. (SARA).

Namun, Ahok bisa mengatasi semua ini dengan cara yang tidak dimiliki oleh pemimpin lainnya.
Dengan berbagai prestasinya, Ahok dicintai warga Ibu Kota. Jika dilihat, Ahok terkesan agresif, galak, pemarah, ceplas-ceplos, kasar, namun di balik itu semua ada pesan dan komitmen yang ingin ia tunjukkan bahwa jangan bermain-main dengan uang rakyat.

Ia telah memberantas korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan yang jelas, dan menindak oknum-oknum yang kerap memanipulasi anggaran atau mark-up anggaran untuk dialirkan ke kantong-kantong pribadi para pejabat DKI Jakarta.

Ahok juga merupakan pemimpin yang tidak gila jabatan. Ia kerap mengatakan jika ada pemimpin yang lebih baik darinya, berani terbuka, jujur, secara nyata membangun Jakarta ke arah yang positif, melindungi uang rakyat, maka Ahok bersedia untuk mundur atau menyarankan agar rakyat memilih orang tersebut demi kemajuan bangsa.

Bagi Ahok, ia tidak mempunyai musuh, meskipun berbagai fitnah dan provokasi kebencian ditujukan padanya.

Banyak orang yang menolak Ahok, lantaran dirinya merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen.
Namun itu semua tidak membuat Ahok berlaku tidak adil terhadap para pembencinya.

Faktanya, ia membangun puluhan masjid, musholla dan pengembangan instansi keislaman di Jakarta. Bahkan ia memberangkatkan puluhan marbut masjid menuju tanah suci.

Apa yang telah dilakukan Ahok merupakan treck record yang menakjubkan. Ia berhasil membangun dan mengelola Jakarta dengan caranya yang unik. Meskipun belum menuntaskan masalah-masalah di Ibu Kota yang sangat kompleks, Ahok sudah memberikan perubahan positif.

Dengan berbagai prestasinya, wajar jika masyarakat sangat mencintainya dibanding kepala daerah lain di Indonesia. Bahkan menurut hasil survei Populi Center, responden menilai positif kepemimpinan Ahok. Nilai yang diperoleh Ahok membuatnya menduduki peringkat pertama dari daftar pemimpin daerah terbaik di Indonesia.

Dari semua prestasi yang telah dicapai Ahok dan semua yang telah dilakukannya untuk Ibu Kota, terlebih ia merupakan minoritas, rasanya akan sulit menemukan pemimpin seperti Ahok.

Pemimpin se-Asia sekalipun belum tentu bisa melakukan seperti apa yang telah Ahok lakukan di Ibu Kota. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin terbaik adalah pemimpin yang sudah nyata atas apa yang dilakukan dari jejak kerjanya selama menjadi pejabat. Bukan pemimpin yang hanya mencari pencitraan dan minim pengalaman.

Pertanyaan, apakah Anies dan pemimpin-pemimpin Jakarta yang akan datang bisa seperti Ahok? Itulah pertanyaan yang sangat sulit dijawab, dan kita tunggu.

#netralnews

 

Sumber : facebook EiweiYounora

Wednesday, June 27, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: