Untuk Mahasiswa Pendemo

Oleh : Riza Iqbal

Nak,
Taukah kenapa dulu aktivis '98 bergerak melakukan aksi demonstrasi dan menginginkan rezim Orde Baru yg berkuasa turun dari tampuk kekuasaannya..?

Mereka bergerak karena keadilan sudah dikangkangi penguasa saat itu. Keadilan adalah barang langka yg susah didapat. Kekayaan negeri hanya dinikmati oleh keluarga dan kroninya. Rakyat hanya sebagai penonton dan mendapat sisa dari kekayaan negeri yg telah dijarah.

Jika rakyat menuntut haknya, penguasa rezim saat itu akan memberi hak sepatu lars tentara kewajah para pemintanya atau menanam sebutir peluru ketubuhnya.

Sekarang negeri ini dipimpin Jokowi, seorang pemimpin yg ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh negeri. Bukan pemimpin yg membiarkan keluarganya mengambil keuntungan saat dirinya berkuasa. Apa kalian menginginkan kembali penguasa rakus, yg menguasai kekayaan negeri hanya untuk keluarga dan kroninya..?

Nak, saat rezim orba berkuasa, demokrasi terhalang oleh tembok kekuasaan. Atas nama 'Demi Stabilitas dan Keamanan', demokrasi adalah dialog dengan senjata. Penentang dianggap pembangkang, mengkritik dianggap mempersulit.

Para aktivis itu tidak pernah tau, apa dan siapa yg akan mereka hadapi saat melakukan aksi. Mungkin mereka disambut tendangan sepatu lars, mungkin juga mereka disambut oleh butiran peluru tak bermata.

Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie adalah martir. Tubuh mereka kaku didalam kubur tapi idealisme mereka tetap hidup subur.

Tau kah kau nak, sisa2 rezim yg menyebabkan kematian para martir itu masih tetap hidup hingga kini. Mereka ingin kembali berkuasa, menjual nama rakyat hanya karena ingin kembali merampok negeri.

Apakah Jokowi Presiden otoriter yg anti kritik. Yang menganggap pengkritik adalah musuh negara yg harus dilenyapkan..?

Jangankan bersikap otoriter, orang2 yg menghinanya saja masih bisa duduk dan bercengkrama bersama. Sikap yg kadang membuat sebagian pendukungnya geram ketika beliau mau bertemu dengan orang2 yg telah mengkritik, menghina bahkan memfitnahnya. Bagaimana bisa kalian membenci pemimpin seperti ini..??

Aktivis '98 berani menyongsong peluru karena mereka BENAR-BENAR MEWAKILI SUARA RAKYAT, bukan menjual suara rakyat karena nafsu sekelompok orang yg ingin berkuasa.
Dimana kau berdiri nak?

Jika kau berdiri dibelakang sisa2 rezim yg dijatuhkan, kalian adalah musuh aktivis '98, musuh rakyat. Kalian pengkhianat reformasi karena ingin menghentikan langkah pemimpin yg ingin memberi keadilan untuk negeri.

Apakah kalian sudah berdialog dengan penguasa..?
Apakah kalian sudah bertemu dengan 250 juta rakyat Indonesia..??
Apakah kalian sudah menjelajahi pelosok2 daerah di negeri ini..???
Apakah dengan berdemo kalian sudah menjadi pahlawan..????

Tidak nak, kalian hanya pencundang yg tidak paham demokrasi. Status mahasiswa kalian dimanfaatkan oleh para perampok, agar sebuah rezim otoriter bisa kembali berkuasa di negeri ini.

Baca dan pahamilah sejarah nak, agar kalian mengerti bahwa demokrasi bukan sekedar teriak dipinggir jalan.

Sumber : facebook Riza Iqbal

Monday, September 17, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: