Untuk Apa Menjadi Murid?

Orangtua menuntut agar anak-anak sejak dini harus bersekolah di sekolah favorit. Mereka menuntut sejak dari TK diajarkan membaca dan berhitung, di SD diajarkan bahasa Inggris, sedang bahasa Indonesia yang digunakan sebagai media alih-pengetahuan dari pengajar kepada murid justru dilalaikan. Sejak SD anak-anak dipaksa ikut les musik atau tari, meski tak berbakat. Bukan itu saja orangtua memaksa anak ikut les bahasa Inggris dan matematika di luar jam sekolah. Lebih mengenaskan lagi kepala sekolah yang didukung oleh banyak guru melayani tuntutan orangtua.

Dari uraian singkat di atas kita bisa menguak jawaban untuk apa menjadi murid tidak lain dan tidak bukan adalah demi ambisi orangtua. Murid dipaksa menjadi manusia rekaan orangtua dan guru. Anak menjadi objek pameran orangtua. Orangtua kemudian mendapat banjir pujian dari teman-teman dan handai-taulan. Anak menjadi murid bukan untuk menjadi pribadi dewasa-mandiri, melainkan untuk gengsi orangtua.

Sumber : Status Facebook Efron Bayern

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *