Unicorn Indonesia Mau Dukung Orang Gak Ngerti Istilah Unicorn?

Oleh: Ricky Apriansyah

 

Ingat sesi debat Capres kedua tempo hari? Ya... Sungguh memalukan memiliki calon presiden yang bahkan nggak tahu istilah bisnis kekinian yang digeluti anak-anak muda keren. Menurut pemahaman  Capres 02 Prabowo, unicorn adalah “yang online-online”. Padahal sebenarnya tidak sebatas itu. Unicorn adalah istilah untuk semua startup atau  bisnis rintisan dengan nilai valuasi hingga US$ 1 miliar (Rp 13,8 triliun). 

Indonesia sendiri punya empat orang-orang muda keren pelaku bisnis yang memenuhi syarat untuk disebut unicorn. Kebetulan semuanya di dunia digital. Bisnis yang dimaksud adalah Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.Tokopedia adalah besutan William Tanuwidjaya. Gojek digarap Nadiem Makarim. Traveloka didirikan Fery Unardi. Dan Bukalapak dibangun oleh Achmad Zaky yang baru-baru ini viral dengan cuitannya yang kontroversial.

 

 

Indonesia adalah negara paling banyak memiliki unicorn di Asia Tenggara karena ntuk kawasan Asia Tenggara saja, jumlah perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari USD1 miliar hanya ada 7 buah. Namun kegigihan anak-anak muda Indonesia harus diapresiasi, hingga membuatnya dilirik investor. Untuk diketahui, Tokopedia butuh sekitar 5 tahun lebih untuk menjadi unicorn. Go-Jek beruntung hanya butuh waktu kurang lebih 3 tahun untuk menjadi unicorn. Ini artinya ekosistem di Indonesia saat ini sudah terbangun dan memungkin bisa lebih cepat muncul unicorn baru.

Lahirnya unicorn-unicorn dengan pelaku bisnis anak-anak muda kalangan millenials merupakan salah satu upaya bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk mengejar ketertinggalan dengan daya jual yang berbeda. Pemerintah tak kurang-kurang dalam ikut serta membangun ekosistem itu, demi mendorong lahirnya unicorn-unicorn baru.

Strategi  yang juga mendorong semakin banyak unicorn tercipta adalah dengan pembangunan infrastruktur teknologi digital pendukung di seluruh Indonesia. Dalam hal ini pemerintah baru saja membangun Palapa Ring di wilayah Indonesia bagian tengah.

Presiden Jokowi yang berlatar belakang bisnis paham betul tantangan dan peluang bisnis zaman sekarang. Sebaliknya capres 02 masih sibuk dengan jargon-jargon usang peninggalan Orde Baru dan ruwet sendiri menyelamatkan bisnisnya yang terancam kolaps kalau tak menjadi presiden, hingga tak mengerti istilah unicorn. Orang seperti ini yang didukung sama CEO Bukalapak, salah satu unicorn Indonesia? Orang seperti ini mau kalian dukung? Yang bener aja.... 

Tuesday, February 19, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: