Unggah Kebencian, Dosen Fanatik #02 Ditangkap

Oleh: Winston Zippi Johannes

 

Solatun Dulah Sayuti, seorang pendukung fanatik Prabowo Subiyanto yang mengaku berprofesi sebagay dosen pengajar pascasarjana di sebuah kampus swasta ternama di Kota Bandung, ditangkap polisi karena mengunggah ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan kepada anggota polisi beserta keluarga mereka di akun Facebook-nya, pada 9 Mei 2019.

Berikut unggahan Solatun di Facebook-nya:
"Harga Nyawa Rakyat, jika people power tidak dapat dielak; 1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar engan 10 orang polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner ct berapi dan keluarga mereka."

 

Postingan warga Jalan Margahayu, Buahbatu, Bandung, provinsi garis keras Jawa Barat itu sempat viral dan dikomentari netizen lainnya. Bahkan banyak yang mengingatkan agar tersangka segera menghapus postingannya untuk menghilangkan jejak. 

Namun dosen laknat berotak teroris yang akunnya dipenuhi kutipan ayat-ayat perang itu justru semakin sombong dan jumawa karena banyak komentar dari akun-akun bodong yang mendukung seruannya untuk membunuh polisi beserta keluarga mereka. 

Hingga akhirnya ia diciduk dari kediamannya.

Di kantor polisi dengan lemas lunglai tersangka mengakui semua perbuatannya. 

"Ya, itu teks saya. Saya akui itu kesalahan saya. Sebagay dosen pascasarjana, saya sering minta mahasiswa untuk cek dan ricek setiap informasi, tapi saya lakukan kesalahan dan saya harus perbaiki," ujar Solatun Dulah Sayuti pasrah di Mapolda Jabar, Jumat, 10 Mei 2019.

Bangsatnya, saat ditanya, tersangka dengan enteng mengaku motifnya mengancam bunuh polisi dan para anggota keluarga mereka dalam aksi makar people power itu hanya karena.. iseng.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku iseng mengunggah kalimat itu. Ia mendapatkan konten dari sebuah grup WA penyebar hoax yang rutin ia konsumsi selama ini. 

"Motifnya iseng. Pelaku ini ikut grup WA tertentu," kata polisi. 

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

inset foto: tersangka tengah berpose sebagay ahli sorga.

semburnya:
https://m.tribunnews.com/…/oknum-dosen-di-bandung-jadi-ters…

https://m.detik.com/…/unggah-soal-people-power-dosen-di-ban…

lapak tersangka:
https://m.facebook.com/solatun.dulahsayuti

Saturday, May 11, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: