Umat Islam di Indonesia Banyak yang Bingung

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

 

Kaum Muslim di Indonesia itu banyak yang bingung, tidak paham, atau mungkin tidak sadar dengan apa yang mereka katakan, khotbahkan, dan dakwahkan sehingga disana-sini banyak terjadi kenjomplangan, ambivalensi, inkonsistensi, atau bahasa gaulnya "kemunapikan".

Ngomongnya ke kiri, kelakuannya ke kanan. Melarang sendiri tapi dilanggar sendiri. Ini bukan sekedar mencla-mencle, isuk dele sore tempe. Tapi memang betul-betul sudah menjadi semacam "penyakit bingung" karena mereka sebetulnya tidak paham terhadap substansi yang mereka bicarakan.

 

 

Misalnya begini, mereka gembar-gembor bilang demokrasi itu haram karena produk dari negara Barat-kapir tetapi dengan semangat '45 ikut Pemilu dan Pilkada, ikut larut hiruk-pikuk dalam proses demokrasi dan berusaha mati-matian memenangkan jago atau paslon idaman mereka. Kalau demokrasi itu haram, maka jangan ikut-ikutan Pemilu atau "Pilkadal" dong coy.

Contoh lain, mereka bilang semua produk dan institusi hukum di Indonesia itu haram karena tidak berdasarkan Syariat tetapi kalau ada masalah mereka juga memakai pasal-pasal hukum dalam Undang-Undang dll serta menggunakan aneka institusi hukum (pengadilan) yang mereka haramkan itu.

Lalu, mereka bilang kalau yang nggak ada "dalilnya" (maksud mereka, landasan ayat/hadis) itu haram karena itu mereka mengharakan nasionalisme, menghormati bendera dan sebagainya tetapi pada saat yang sama, mereka juga hobi melakukan perbuatan yang nggak ada dalilnya. Memangnya demonstrasi itu ada dalilnya?

Terus, mereka ramai-ramai menyerukan untuk mengutuk atau memboikot "produk-produk kapir" tetapi tiap hari mereka memakai produk-produk kapir (baik "kapir bule" maupun "kapir sipit") dan hobi makan di KFC, McD dan sejenisnya.

Belum lama mereka bilang mau memboikot Facebook karena produk "Wahyudi-Mamarika" tetapi konon besuk mereka mau demo ramai-ramai ke kantor Facebook yang, menurut mereka, telah memperlakukan ketidakadilan karena Facebook telah memblokir akun-akun jaringan mereka sementara membiarkan akun-akun, menurut mereka, yang "menghina Islam dan ulama". Betul-betul ajib kan?

Mereka juga ramai-ramai mengutuk negara-negara Barat tetapi kalau liburan dan ngelencer ke Eropa, Australia, atau Ngamerika. Ada juga yang rajin ke "negari aseng" China. Bukan hanya plesiran, sebagian mereka juga menyekolahkan anak-anak mereka di negara-negara yang mereka kapirkan itu.

Terus ada lagi yang ngaceng mau menegakkan Khilafah eh Mbak Khilafah-nya malah ditiduri. Gimana mau tegak kalau Mbak Khilafah ditiduri begitu bang...

Lalu sebenarnya apa sih yang mereka maui itu? Jangan-jangan mereka ini jelmaan manusia purba he he

Fanatik boleh, bahlul jangan.

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

 

(Sumber: Facebook Sumanto AQ)

Thursday, January 11, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: