Ulama Umat

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

HAMKA, Ia ulama besar. Tak pernah masuk perguruan tinggi namun mendapat gelar Doktor Honouris Causa dari Universitas Al-Azhar,. Rezim Soekarno menuduhnya makar. Muhammad Yamin dan Pramoedya Ananta Toer memfitnah dan menghujatnya anti Pancasila. Setelah keluar dari penjara, HAMKA telah memaafkan mereka semua. Benarkah ?

Sesuai wasiat Soekarno, Buya Hamka pun memimpin shalat jenazah tokoh yang pernah menjebloskannya ke penjara itu. Dengan ikhlas ia menunaikan wasiat itu, mereka yang hadir pun terharu. Setelah itu Hamka mendukung orde baru. Namun agama tetap nomor satu. Ketika berbeda pendapat dengan orde baru, ia hanya tersenyum jabatan Ketua MUI pun di lepas berlalu.

Muhammad Yamin tergolek lemah menjelang datang malaikat maut. HAMKA mendampingi sampai ajal menjemput. Walau ia pernah di musuhi. Namun Hamka menuntun Yamin menyebut " Laa ilaaha illallah" untuk di patuhi. Tak ada dendam bertalu. Semua telah berlalu. Yang akhirnya Tuhan Yang Maha tahu. Tugas manusia beriman dalam tawadhu.

Pram meminta calon menantunya belajar Islam kepada Hamka. Tanpa menolak , Hamka memenuhi keinginannya. Padahal Pram yang komunis dan HAMKA yang Islam selalu berbeda idiologi. Tak membuat mereka musuh abadi. Karena itu tak ada lagi jejak saling membenci. Hamka memberi contoh pribadi religi terpuji.

Janganlah pandang hina musuhmu, karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu..”(Syair Imam Syafi’i). Bertanya anak kepada ayah, " siapakah ulama yang patut didengar ?**

Sumber : facebook Erizeli Jely Bandaro

Sunday, February 26, 2017 - 10:15
Kategori Rubrik: