Ulama Lockdown

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Ada yang mengirim video dialog antara Aa Gym dan Ustadz Abdu Somad, ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pihak pertama kepada yang kedua.

Pertanyaan pertama, sekarang bisa kelihatan gak orang yang berpaham Jabariyah? Ustadz Abdu Somad menjawab, yang mengaku mulutnya selama ini Ahlu Sunah ternyata sekarang kelihatan Jabariyah. Ahlul Bid'ah. Demikian kata Somad. Ustadz Abdusomad memfonis yang berbeda dengannya dengan tuduhan jabariyah dan ahlu bid'ah.

Padahal Ahlu Sunah wal Jamaah sendiri dalam masalah ini beragam, karena Ahlu Sunah tengah-tengah antara tafwid (berserah diri dengan tawakal) dan kedua ikhtiar (juga dengan tawakal). Jadi jangan menganggap hanya orang yang berikhtiar yang dianggap Ahlu Sunah.

Sebagai contoh Ahlu Sunah itu berbeda pendapat dalam masalah berobat disaat sakit, ada yang mewajibkan, ada yang mensunahkan ada yang mempebolehkan (mubah), artinya orang berserah diri tanpa berobat dan dia tawakal masih ahlu sunah. Bisa dibaca dalam Majmu Syarah Muhadzab atau fatawi para ulama. (keterangan ulama cukup panjang saya cantumkan di komentar).

Tauhid itu dalam hati, karenanya saya tidak tertarik membahas corona dalam perspektif teologis.

Pertanyaan Aa Gym kedua apakah wajib mengikuti fatwa ulama. Karena banyak yang memaksa ingin jumatan dan lain-lain. Ustz Somad tidak menjawab secara tegas, karena memang faktanya tidak ada kewajiban kita mengikuti fatwa ulama, apalagi mengikuti fatwa MUI. Dia hanya menggiring opini dengan memberi contoh orang naik pesawat apakah penumpang mengikuti begitu saja aturan pilot atau membangkang dan banyak bertanya. Karena memang tidak ada dalilnya.

Dalam berbagai literatur jelas, umat tidak mempunyai kewajiban mengikuti fatwa tertentu. Fatwa adalah anjuran, menjadi wajib apabila sudah menjadi keputusan pemerintah, selama belum menjadi keputusan resmi negara umat memilih fatwa yang sesuai dengan kemaslahatannya.

" إذا اختلف عليه فتوى مفتيين ، ففيه خمسة أوجه للأصحاب ... الخامس : يتخير ، فيأخذ بقول أيهما شاء ، وهذا هو الأصح عند الشيخ أبي إسحاق الشيرازي ، وعند الخطيب البغدادي ، ونقله المحاملي في أول المجموع عن أكثر أصحابنا ، واختاره صاحب الشامل فيما إذا تساوى المفتيان في نفسه ... والظاهر أن الخامس أظهرها ؛ لأنه ليس من أهل الاجتهاد ، وإنما فرضه أن يقلد عالما أهلا لذلك ، وقد فعل ذلك بأخذه بقول من شاء منهما " انتهى من " المجموع " (1/56) .

Menarik, karena Aa Gym dan Ustadz Somad dalam diaolog ini terlihat pro kelompok Lockdown, kita tahu lah eks pendukung Prabowo yang berlabuh ke Anis nyaris semua pro Lockdown. Pada saat Ustadz Somad mencontohkan ikhtiar, dia menyebut usul MUI kepada pemerintah untuk melakukan Lockdown adalah bagian dari ikhtiar. Seakan-akan kalau tidak lockdown pemerintah tidak melakukan ikhtiar, dan pemerintah beserta pendukungnya adalah Jabariyah, kelompok ahlul bid'ah diluar Ahlu Sunah.

Parahnya lagi mereka berdua menggiring pengikutnya untuk mengikuti ulama (MUI), ya pro lockdown juga seperti mereka berdua. Sangat aneh, pertanyaan AA Gym soal kewajiban mentaati ulama, bukan menanyakan apakah umat wajib menataati umara; pemerintah yang sudah mengambil keputusan "Darurat Sipil", yang ditanyakan justru kewajiban menatati ulama yang kata mereka mengusulkan Lockdown itu. Dasar ustad ustadz lockdown.

Lockdown sudah banyak dibahas para pakar bagaimana konsekwensi dan dampaknya. Bahkan kita bisa melihat kekacuan di Italia dan India akibat lockdown. Orang-orang ini, لا يريد الاصلاح للناس ولكن يريد خراب البلاد, tidak menghendaki kebaikan untuk masyarakat mereka hanya menghendaki Negara ini runtuh.

Sumber : Status facebook Ahmad Tsauri

Sunday, April 5, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: