Ulama dan Syaikh

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Ternyata ada cukup banyak kata Bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari Bahasa Arab yang penggunaannya berbeda (atau menyimpang) antara di Tanah Air dan Tanah Arab. Saya sudah jelaskan sebelumnya sejumlah kata yang berbeda penerapannya ini antara "disana" dan "disini".

Ada lagi kata yang cukup berbeda pemakaiannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kata "alim" (jamak: "ulama") atau "alimah" (untuk perempuan). Di Indonesia, kata atau sebutan ini digunakan untuk Muslim yang "dianggap" ahli dalam agama Islam. Ia bisa berprofesi sebagai penceramah, ustad, pemimpin ormas Islam atau siapa saja yang penting "Muslim" dan dianggap mahir atau pintar tentang Islam.

Di Tanah Arab, kata "alim" itu lebih digunakan untuk "ilmuwan" (scientist), khususnya ilmuwan yang menguasai dan mumpuni di bidang "hard sciences" (fisika, kimia, dlsb). Dan perlu dicatat: kata "alim" ini bukan hanya untuk ilmuwan Muslim saja tapi juga ilmuwan non-Muslim. Dengan begitu, kalau di Indonesia, Pak B.J. Habibie atau Pak Yohanes Surya itu adalah seorang alim atau ulama.

 

Penggunaan kata alim oleh masyarakat Arab kontemporer ini sangat konsisten dengan sebutan "alim" dalam Al-Qur'an yang juga merujuk pada ilmuwan (Muslim atau bukan).

Lain di Indonesia, lain di Tanah Arab, lain pula di Meksiko. Di Meksiko (khususnya di daerah Sinaloa) kata "ulama" itu merujuk pada sebuah permainan bola yang merupakan warisan suku Aztec. Ulama merupakan salah satu permainan bola tertua di dunia. Jika di Indonesia "ulama" dihormati", di Meksiko ulama ditendang-tendang he he.

Nah, sekarang saya tanya: "menghina ulama" itu maksudnya ulama disini apa/siapa ya? He he

Selanjutnya, dalam konteks Arab kontemporer, kata atau sebutan / panggilan yang sering digunakan untuk seorang Muslim yang ahli agama Islam atau ilmu-ilmu keislaman adalah "syaikh" (jamak: masyayikh atau syuyukh). Khusus untuk Mesir, selain "syaikh" juga "imam" atau "fadhilah al-imam" (yang terakhir ini khusus untuk "Syaikh al-Azhar"). Selain "syaikh", mereka juga menggunakan kata "allamah" untuk "ilmuwan Muslim yang ahli ilmu-ilmu keislaman".

Selain sebutan untuk Muslim ahli Islam, kata syaikh juga sebutan untuk kepala suku atau orang tua (elders) yang dihormati karena status sosial tertentu. Ada lagi sebutan "mutsaqqaf". Kata ini untuk orang-orang yang wawasannya luas di bidang-bidang diluar bidang utamanya. Misalnya orang yang menguasai dunia musik, dunia seni-budaya, atau apa saja.

Menarik juga untuk dicatat beberapa kata atau sebutan dalam Bahasa Arab klasik juga sudah banyak yang tidak lazim digunakan seperti kata "faqiih" atau "fuqaha" (ahli hukum islam / ilmu-ilmu keislaman).

 

(Sumber: Status Facebook Sumanto AQ)

Thursday, March 23, 2017 - 22:15
Kategori Rubrik: