Ujian Akal Sehat Karyawan BUMN

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

SEPERTI biasa Sandiwara Uno selalu dengan "rumpinya" nyinyir menceritakan testimoni khayalan tentang Serikat Karyawan BUMN yang curhat ke dia. Apakah mungkin seluruh serikat karyawan BUMN sudah curhat ke Sandi ? Saya bisa jamin TIDAK MUNGKIN !!!

Apakah curhatan segelintir Karyawan BUMN sudah pasti mewakili suara seluruh karyawan BUMN ? Jawabannya jelas : TIDAK !!!

Yang saya tahu masing-masing BUMN itu mempunyai kekhususan dan problematika yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, karyawan BUMN Karya seperti HK, WK, WiKa, Adhi Karya dan beberapa BUMN Karya yang lain, kualat kalau tidak berterimakasih kepada Pak Jokowi. Karena selama 4,5 tahun ini fokus Presiden Jokowi adalah pembangunan infrastruktur. Dan hampir keseluruhan pembangunan proyek infrastruktur tersebut dilimpahkan kepada BUMN Karya. So, Otomatis mereka kebanjiran proyek dan tentu saja banyaknya proyek akan berbanding lurus dengan bonus korporasi atau tantiem yang mereka terima. Dan itu jumlahnya tidak kecil.

Sahabat dekat saya yang seorang karyawan salah satu BUMN Karya pernah bercerita, Lebaran 2018 dia mendapat THR sebesar 5X gaji. Sampai-sampai dia bingung digunakan untuk apa uang sebanyak itu. Subhanallah

Dan perlu saya ingatkan kepada karyawan BUMN Karya bahwa kalau Anda tidak memilih Jokowi-MA, resiko yang harus Anda terima adalah masa kejayaan kelimpahan materi Anda akan berakhir. Karena Prabowo dengan tegas sudah menyampaikan akan melakukan re-orientasi pembangunan bukan lagi ke arah infrastruktur. Jadi jangan kaget kalau nanti akan banyak proyek mangkrak karena di-stop oleh Prabowo.

Karakteristik karyawan BUMN Migas sudah pasti berbeda lagi. Sebagai contoh, kebijakan Presiden Jokowi untuk BBM SATU HARGA dan membubarkan mafia migas pasti berpengaruh signifikan kepada SEBAGIAN karyawan BUMN Migas yang selama ini kecipratan rejeki haram dari pengapalan jutaan liter BBM ke Indonesia Timur yang selama ini dimonopoli oleh kelompok "Keluarga Cemara". Kalau sekarang sebagian dari mereka teriak Anti Jokowi, saya bisa mengerti karena pendapatan haram mereka berkurang atau hilang. Lalu apakah demi segelintir orang bermental korup tersebut lalu akan kita mengorbankan kepentingan saudara-saudara kita di Papua dan Maluku ???

Dan saya menduga keras segelintir orang bermental koruptif yang kebetulan menguasai Serikat Pekerja BUMN Migas inilah yang mengadu ke Sandi.

Tentu saja karakteristik dan problematika permasalahan karyawan BUMN lain seperti di BUMN Perbankan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi dan Perhubungan serta yang lainnya tentu berbeda-beda juga. Tapi harus jujur diakui bahwa Jokowi adalah Presiden Indonesia yang hampir tidak pernah mengintervensi kebijakan teknis direksi BUMN. Jokowi hanya memberikan arahan dan kebijakan yang justru menjadi stimulus bagi BUMN Indonesia untuk menjadi bagian penting agen pembangunan di Indonesia.

Yang menjadi keprihatinan saya adalah menyikapi sinyalemen dari Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Quomas pada Januari 2019 lalu bahwa sebagian besar BUMN sudah disusupi orang-orang yang pro khilafah. Kalau hal Ini benar-benar terjadi dan terbukti menurut saya akan merupakan tragedi nasional. Dan kalau hal ini benar terjadi dan terbukti bagi saya ini merupakan kegagalan aparat intelijen era SBY yang melakukan pembiaran tumbuh kembangnya kelompok radikal ini.

Negara melalui lembaga intelijen negara harus berusaha keras untuk mengeliminasi dan membersihkan parasit- parasit dalam tubuh BUMN dari anasir-anasir kelompok radikal. Karena seperti sedang memelihara dan menggemukkan anak macan di halaman rumah kita. Suatu saat mereka akan berpotensi mengancam ideologi Pancasila dan NKRI.

Bagi karyawan BUMN kelompok pro khilafah sudah pasti akan mendukung Prabowo Sandi. Karena secara realita memang dalam kendaraan mereka penuh sesak kelompok radikal yang pro ideologi khilafah. Bagi mereka, khilafah sudah jadi dogma yang membuat akal sehat dan nurani mereka mati. Mereka seperti zombie yang tunduk apapun perintah tuannya.

Jadi kita sekarang paham konstelasi dan genetika karyawan BUMN. Begitu beragam dan sudah pasti tidak seragam. Jadi klaim Sandi dalam debat kemaren lagi-lagi hanya tipu-tipu murahan yang tidak akan mempan menyasar orang yang berakal sehat dan waras. Mikiir !!!

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Monday, April 15, 2019 - 08:45
Kategori Rubrik: