Uighur, Palestina dan Tetangga Beda Agama

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Medsos di penuhi berita simpang siur tentang etnis Uighur penganut agama islam di China, ada yg bilang 3.000 orang di bunuh, dst. Sampai ada sindiran dari Mesut Ozil pemain bola yg muslim itu kepada Indonesia seolah tak berbuat apa-apa karena Indonesia penduduknya mayoritas muslim dan terbesar di dunia. Fahira Idris sang pejuang kebenaran anggota DPD yg diam atas penghargaan Adhi Karyawisata kepada Colesseom, tp gaya, bicara Uighur seperti dia tau masalahnya.

Kita ini negara bukan barisan tukang demo di pinggir jalan, kita punya Menlu, ada badan resmi PBB, jd mau komplain ada mekanismenya. Sy muslim, jangankan melihat saudara kita seiman, sekemanusiaan jg hrs prihatin kl menyangkut kesemena-menaan. Tapi urusan negara yg berdaulat tdk seenak jidat. Emang kita tau apa konflik dasar mereka shg ada gejolak dlm internal Cina. Permintaan merdeka, otonomi khusus, atau apa sajalah, semua itu urusan internal mereka.

 

Kita ini selalu gaya over dosis, belagu ngurus orang lain, apa bedanya kesemenaan kita sbg mayoritas muslim terhadap warga yg agamanya diakui negara tapi msh susah mengurus izin rumah ibadah, kebaktian dibubarkan, Pura di porak porandakan, patung di Vihara di turunkan, bahkan nisan kuburan salipnya dipotong atasnya, apa ini tak semena-mena. 

Jadi bolehlah ngurus Palestina, Uighur kalau tetangga yg beda agama sdh bs nyenyak tidur, bukan malah gak bisa tidur, karena acap kali mau beribadah ditegur. Bahkan mau merayakan Natal bisa batal, apa ini bkn brutal. 

MARILAH MIKIR PAKAI AKAL JGN CUMA ASAL VIRAL.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, December 18, 2019 - 17:15
Kategori Rubrik: