Turki Tegas Menolak Seruan Kebangkitan Kekhilafahan Islam

ilustrasi

Oleh : Nun Alqolam

Majalah Turki “Gercek Hayat” (kehidupan sejati) menyerukan pendirian Kekhalifahan Islam setelah perubahan fungsi bangunan bersejarah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.

Di sampul depan majalah tersebut tertulis “Kini Hagia Sophia dan Turki sudah independen. Mari bersama membangun Kekhalifahan.”

Majalah Gercek Hayat:
“Jika bukan sekarang maka kapan lagi. Kalau bukan Anda lalu siapa? Sebagian kalangan menyebut “Anda” dalam kalimat itu adalah seruan bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan Sebagai Khalifah

Jurnalis Turki Abdurrahman Dilipak yang menyebarkan sampul depan majalah itu di akun Twitternya mengatakan tahun lalu Presiden Erdogan sudah mendapat gelar “khalifah”.

“Kekhalifahan saat ini berada di tangan Presiden Erdogan,” ujar Dilipak dalam wawancara Maret lalu, seperti dikutip kantor berita Ahval.

Respon AKP

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah kegemparan ini.

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter.

“Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini.”

“Adalah salah untuk memicu polarisasi tentang sistem politik Turki… Debat dan polarisasi tidak sehat yang muncul di media sosial kemarin tentang sistem politik kita tidak ada dalam agenda Turki,” tulis Celik.

“Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya sebagaimana dilansir Al Araby.

Sumber : Status Facebook Nun Alqolam

Tuesday, August 4, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: