Tukang Kayu Itu.....

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Banyak kepala negara menghindar ketika akan berkunjung ke negara yg dilanda konflik. Bahkan banyak negara yg mengeluarkan travel warning untuk warganya agar menghindar memasuki negara yg dianggap tidak aman.

Menjelang tahun baru, Jokowi mengunjungi pulau Bali dan berbaur dengan turis. Itu bukan kunjungan atau jalan2 biasa tapi untuk membuktikan bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

Ketika ingin berkunjung ke Afghanistan, hampir seluruh penasihat bahkan Paspampres memberikan saran agar Jokowi membatalkan kunjungan kenegaraan tersebut. Mungkin Pemerintah Afghanistan pun bisa memaklumi jika itu terjadi. Tapi semua ditolak Jokowi karna beliau punya misi disana. Misi kemanusiaan dan simbol perlawanan terhadap aksi terorisme.

Ada yg membandingkan kunjungan Jokowi dengan kunjungan Soeharto ke Bosnia tahun 1995. Situasi boleh sama tapi harus diingat, Soeharto adalah seorang mantan militer sedangkan Jokowi mantan tukang kayu. Jadi nyali besar itu bukan monopoli tentara.

Itulah Joko Widodo, nyalinya lebih besar dari yg kita duga. Bukan seperti imam yg dianggap besar tapi mengecil dan kabur saat dipanggil polisi. Bukan juga yg membangga2kan diri sebagai mantan tentara padahal kenaikan pangkat diperoleh karna faktor menantu seorang diktator.

Meski begitu, masih banyak yg nyinyir dengan keberanian laki2 ini Bahkan fitnahpun diberikan. Jangan2, kelompok yg nyinyir itu adalah bagian dari teroris. Menggeliat kayak belatung nasi saat sampah mau dibakar.

-TYVa-

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Friday, February 2, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: