Tujuh Dosa Gandhi dan Shannen

ilustrasi

Oleh : Aan Anshori

Aku kerap salah melafalkan nama Shannen dan Senon. Keduanya adalah mahasiswaku di kelas Pancasila N. Shannen cewek. Senon cowok

Shannen terlihat ketakutan saat aku menjaprinya di Line.

"Shannen, benar ini tulisanmu?" kataku sembari mengirim screenshoot tugasnya.

"Maaf pak jika kepanjangan," katanya dengan nada kuatir.

Aku memang memberi tugas semua mahasiswa menulis refleksi 7 dosa besar menurut Mahatma Gandhi. Tugas tersebut dikumpulkan agar mahasiswa bisa mendapatkan tambahan nilai. Ajaran Gandhi ini menjadi relevan mengingat kampusku dikenal sebagai palang pintu entrepreneurship.

Dalam tulisannya, Shannen mengingatkan kembali doktrin awal saat pertama kali menginjakkan kaki ke kampus UC; integritas dan kejujuran di atas segalanya. Ia secara lugas mengelaborasi 7 dosa Gandhi menurut cara pandangnya.

"Aku suka tulisanmu. Bolehkah aku unggah di sosial mediaku?" kataku
"Wah kaget kirain ada ap, udh deg"an dulu saya pak (TuT) [sic!]," jawabnya.

Ia tidak keberatan tulisannya aku unggah. Namun sayangnya ia tidak percaya diri saat aku minta foto. Malu, katanya.

Aku heran, kenapa banyak sekali para nonik yang merasa tidak percaya diri dengan tubuh dan pikirannya?

Apakah ini karena kuatnya doktrin dosa menyangkut ketubuhan yang, untungnya, sama sekali tidak disinggung Gandhi?

Ladies and gentlemen, I proudly present .... @shanneniw and her writing.

Sumber : Status Facebook Aan Anshori

Wednesday, April 8, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: