Tuhan, Siapa Sesungguhnya Pemegang Kunci Surga

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

"Aku mencari-Nya pada pekik takbir mereka, tapi malah kutemukan jejak-Nya pada dia yang memilih bekerja melayani sesama."

Serangkaian kalimat spiritual yang sangat menyentuh itu dituliskan oleh Nadirsyah Hosen - seorang intelektual Muslim yang kredibel.

Dan orang yang dimaksudkannya itu sudah 10 bulan di dalam penjara untuk tuduhan penistaan agama (atau penodaan agama ?). Betapa absurdnya kehidupan di negeri ini - sebuah negeri yang katanya beragama.

Kelakuan para petugas negara itu tentu melukai nurani rakyat, dan tak akan terlupakan sampai kapanpun. Dan kini orang yang telah melayani warganya dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya itu tengah mengajukan PK. Bukan hanya demi dirinya sendiri, tapi juga pembelajaran demi tegaknya supremasi hukum.

Sebuah perjalanan hidup maha berat di negeri yang katanya karunia Tuhan ini.

Semoga puisi singkat dari Ade Irawan - seorang artis senior - bisa menyempurnakan semua kesyahduan kisah dari Hosen dan perjuangan lelaki bernama Ahok itu. 

Puisi Untuk Ahok (Ade Irawan)

Dia cuma laki-laki biasa, yang merambah semak liar, dan sesekali menebas belantara kemunafikan dan keserakahan

Kalau pun dia coba merajut maaf dan kedamaian, siapa yang mau peduli?

Karena langkahnya sudah dijegal jeruji kebencian dan cakar mereka sudah tak sabar ingin mengoyak kejujurannya.

Kadang aku malu bersimpuh di sajadah, mencari jawab-Mu dalam tengadahan.

Tuhan, siapa sesungguhnya pemegang kunci surga?

Siapa?"
.........................

Sahabat, marilah kita daraskan doa terbaik untuk Ahok - salah satu anak negeri terbaik yang pernah dimiliki republik ini. Dia lebih dari layak untuk mendapatkannya.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah kalimat tanya yang indah dari puisi itu :

"Tuhan, siapa sesungguhnya pemegang kunci surga ?"

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Sunday, March 4, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: