Tuduhan Pemilu Curang Mengada-ada

ilustrasi

Oleh : Eko Aries

Tuduhan kecurangan Pilpres bahwa institusi Polri & BIN tidak netral adalah salah satu poin gugatan yang hanya berdasarkan asumsi tanpa bukti.

Salah satu isi gugatan itu adalah berita soal pengakuan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Azis yang diperintahkan untuk menggalang dukungan kepada Paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Kapolres Kabupaten Garut. Namun tak berapa lama kemudian pengakuan AKP Sulman Azis itu kemudian diberitakan dicabut.
https://www.suara.com/…/akui-emosi-kena-mutasi-akp-sulman-t…

Menurut tim hukum Prabowo-Sandi : "pencabutan itu tidak berarti serta-merta pengakuannya menjadi tidak benar. Pencabutan itu dapat juga merupakan indikasi bahwa pengakuannya adalah benar, lalu yang bersangkutan mendapatkan tekanan, sehingga terpaksa mencabut pengakuannya."

Tuduhan ini jelas menguatkan kita bahwa kubu mereka ternyata memang lebih suka berargumen dengan fitnah & hoax.

Tuntutan apa yang layak dikabulkan oleh hakim MK jika tuduhan2 kosong seperti itu hanya akan menjadi konsumsi publik & berakhir tanpa pembuktian.

Dari awal saya sudah malas untuk membahas jalannya sidang gugatan pilpres ini. Poin2 tuduhan yang tidak berbobot sungguh sangat menyita waktu publik dengan berita2 dimedia yang hanya akan menjadi bahan debat kusir warung kopi bagi masyarakat luas.

Juangkrik og

Sumber : Status Facebook Eko Aries

Wednesday, June 19, 2019 - 19:30
Kategori Rubrik: