Tuduhan Korupsi Erik Tohir Bukti Kepanikan Kubu Prabowo

Ilustrasi
Oleh : Nadia
 
Terpilihnya Erick Thohir sebagai ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin membuat pihak Prabowo-Sandiaga Uno harus berpikir keras untuk menghadapi petahana. Pasalnya nama Erick Thohir  melambung tinggi setelah membawa sukses gelaran Asian Games 2018 kemarin. Ketua INASGOC dan Komite Olahraga Indonesia (KOI) ini tidak hanya sukses membuktikan Indonesia sangat membanggakan sebagai tuan rumah Asian Games dari sisi penyelenggaraan, fasiltas gelaran pembukaan dan penutupan tetapi juga para atlit meraih prestasi terbaik sepanjang sejarah Indonesia menjadi peserta Asian Games dengan raihan 31 medali emas.
 
Terpilihnya Erick Thohir menjadi tamparan keras kubu Prabowo-Sandiaga karena Erick akan berpeluang besar menarik generasi milenial untuk mendukung Jokowi. Otomatis perkiraan generasi milenial akan memilih Sandiaga menjadi terbantahkan karena Erick Thohir juga sangat menarik bagi milenial. Bahkan kala isu berhembus tentang Erick Thohir menjadi kandidat TKN Sandiaga merasa optimis pengusaha tajir itu  tidak akan menerima tawaran menjadi ketua TKN Jokowi-Ma’ruf karena merasa Erick adalah teman lama, dan sangat akrab dengan Sandiaga.
 
Mencari kelemahan pemilik klub sepakbola Inter Milan ini tentu bukan hal yang mudah dilakukan, apalagi sejak kesuksesan Asian Games 2018 yang menuai pujian dalam dan luar negeri. Alhasil, digalilah isu-isu yang memungkinkan rakyat akan kecewa dengan pilihan Jokowi yaitu dengan isu korupsi
 
Isu tentang Erick Thohir korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 segaja dihembuskan oleh pihak lawan untuk menjatuhkan nama baik Erick sekaligus menjatuhkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Padahal isu tentang korupsi tersebut sudah sejak 2 tahun yang lalu. 
Polisi memastikan tidak ada keterlibatan Erick Thohir selaku Ketua KOI dalam kasus tersebut.Erick tidak memiliki tanggung jawab dalam proses lelang karnaval, yang merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi Asian Games tersebut. Dalam hal ini, KOI merupakan panitia penyelenggaraan kegiatan tersebut. Erick Thohir kan hanya Ketua KOI, tapi terhadap pekerjaan sosialisasi Asian Games ini ada panitia tersendiri. PPK-nya ini Dodi (Dodi Iswandi, Sekjen KOI).Erick juga tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan maupun proses lelang tersebut.Tanggung jawab penuh ada di Sekjen selaku PPK. Dia (Erick) tidak terlibat langsung dalam mekanisme pengadaan barang tersebut(https://news.detik.com/berita/d-3489531/polisi-erick-thohir-tak-terlibat...)
 
Dan kasus korupsi tersebut sudah selesai dengan dijatuhinya hukuman penjara bagi pelaku korupsi yaitu Dodi Iswandi (Sekjen KOI), Anjas Rivai (Bendahara KOI), dan Iwan Agus Salim, pengusaha selaku penyedia jasa.
 
Sangat tidak relevan jika saat ini ada yang mengangkat isu korupsi tersebut dan mengkaitkan dengan Erick Thohir.  Mengangkat isu lama tersebut membuktikan kelicikan strategi lawan politik Jokowi untuk mengurangi kepercayaan rakyat kepada Jokowi. Lantas pemimpin seperti itu masih akan dipilih?
 
#bijakmemilihpresiden
#kenalicalonpresidenmu
Tuesday, September 11, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: