Tuan Ahok...

Oleh: Sahat Siagian

 

Enggak ada yang bisa memungkiri, Anda memang cemerlang. Baru berapa bulan jadi komisaris di Pertamina, sekian gebrakan sudah meluncur..

Pekan lalu meluncur buku yang Anda tulis untuk mengenang hampir 2 tahun berada di penjara. Berbagai publikasi menyambut riuh pemunculan itu.. Yang bikin saya mencelat, Anda membincang sebuah kemungkinan untuk bertarung di 2024 dalam pemilihan presiden. 

 

Anda bilang, "saya mau nunggu ada nggak partai yang berani nyalonin saya?"

Meski banyak orang sudah mengesampingkan peluang Anda untuk maju sebagai capres, saya tahu undang-undang apa pun bisa diJRkan. Nggak ada satu yang mustahil di muka bumi ini. Tapi itu nggak sehat. 

Suatu kali, kita mungkin punya penjahat besar. Dan karena UU tersebut sudah dibarui, dia bisa melenggang bebas ke pertarungan apa pun. Jadi, sudahlah. Sebagian akyat negeri ini mungkin kecewa karena Anda tidak bisa nyapres. Tapi, kita relakan saja.

Sekarang saya mau bicara tentang kemungkinan lain.

Anda lihat sendiri selama 2 bulan ini Jakarta direndam banjir sampai 6 kali. Kita semua enggak melihat harapan bahwa ini bisa tertanggulangi di tahun depan, tahun depan nya lagi, atau tahun berapa pun. Apalagi setelah berstatus tidak sebagai ibukota.

ASN pindah ke ibu kota baru. Sebagian dari kami mungkin juga. Sebagian lain?

Emang sudah jadi nasib kami untuk selamanya menjadi korban banjir? Sekarang saja sudah blepotan, apalagi setelah Jakarta tidak lagi jadi ibukota. Menjadi neraka buat kami kalau ternyata si Ancur Badut ini terpilih kembali jadi gubernur.

Tidak seperti para polster sialan itu, saya nggak yakin Ancur Badut bakal melenggang ke pilpres 2024. Siapa yang nyalonin?

Nasdem boleh belagak mesra-mesraan sama PKS sekarang. Tapi begitu Megawati memanggil Surya Paloh makan siang di rumahnya, nasib Anis selesai. Dia pasti langsung banting setir mempersiapkan diri bagi pilgub DKI 2024.

Demi Tuhan, Hok, itu malapetaka. Kita harus bersama-sama mencegah si badut berkantor lagi di Balai Kota. Ini bukan soal dendam, bukan juga sirik. Ini tentang keselamatan dan kesejahteraan rakyat Jakarta setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, setiap tahun. 6 kali banjir selama 2 bulan ini telah membuktikan bahwa si badut nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau dibiarkan lebih lama, satu Jakarta bisa tenggelam. 

Jadi, Hok, lu nggak usah belagu pakek niat mau maju segala di pilpres 2024. Cukup lu bantu kami, rakyat Jakarta. Caranya?

Lu nyagub di pilgub DKI 2024. Dengerin gua, Hok. lo kudu jadi gubernur DKI lagi di tahun 2024 sampai 2029. Gua udah periksa undang-undangnya. Konfirm, lu boleh nyalon dengan syarat, secara terbuka mengumumkan kepada publik bahwa lu pernah jadi narapidana. 

Yaelah itu mah gecel. Lu tunjukin aja koran segambreng. Di situ terhampar berita-berita pemenjaraan lu dan kesaksian orang-orang yang membesuk lu di penjara. 

Jangan tolak, Hok. Lu gila kalau nolak. Kasihan tuh Mak Iroh, yang 5 tahun lalu lu bantu, rumahnya lu beresin, tadi pagi kelelep.

 

(Sumber: Facebook Sahat Siagian)

Tuesday, February 25, 2020 - 16:00
Kategori Rubrik: