Trump Sedang Menghitung Hari

Walaupun sudah tinggal menghitung hari, si Oyen masih juga tidak mau menerima kenyataan akan kekalahan dalam pilkara atau pemilihan kepala negara dan tidak menyadari kalau dia sudah ditinggalkan berdiri sendiri. Mike Pence, wakil presiden yang selama ini setia mendampingi dan menjadi bayang-bayangnya sudah mengeluarkan surat pernyataan yang resmi. Karena sepertinya dia tidak mau terseret lebih jauh ke dalam tragedi, sebab Mike Pence masih berpotensi untuk kemungkinan menjadi capres dalam pesta demokrasi Amerika empat tahun lagi. Dan yang pasti, sekitar dua minggu lagi si Oyen akan ditendang atau diseret untuk keluar dari kediaman resmi kepala negara Amerika yaitu Gedung Putih.
Perilaku untuk menggenggam kekuasaan yang amat sangat yang sedang dipertontonkan oleh si Oyen Trump, adalah tidak lain untuk mencari segala usaha untuk bisa menyelamatkan diri. Kejaksaan Tinggi di New York sudah siap dengan berkas-berkas yang komplit tentang penggelapan pajak bisnis si Oyen dan hanya tinggal menunggu waktu saja untuk segera dieksekusi. Semua kecurangan korporasinya akan dibongkar dan disidangkan begitu dia dinyatakan sebagai warga negara biasa selepas tanggal 20 Januari nanti. Dan kemungkinan akan ikut terseret beberapa anggota keluarga, yaitu Ivanka dan suaminya serta putra sulung yang mempunyai nama sama, karena mereka pernah tertuduh menggelapkan jutaan dollar uang hasil donasi.
Bulan lalu menjelang Natal, si Oyen dengan tanpa malu-malu dan jorjoran memberikan amnesti hukum kepada para sobat-sobatnya dan semua kroni. Ini memang hak prerogatif seorang Presiden yang sedang berkuasa, tetapi sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi hal yang sangat memalukan seperti ini. Dia mengampuni proses hukuman beberapa orang yang jelas terlibat tindakan korupsi terutama penggelapan pajak, termasuk juga besannya sendiri. Memang sedikit berbeda dengan tehnik korupsi para pencoleng di tanah air yang menggerogoti uang rakyat, di Amerika kebanyakan dilakukan oleh pihak swasta kaya yang mengakali kewajiban untuk membayar pajak yang lumayan cukup tinggi.
Si Oyen Trump sepertinya mendingan ditemani oleh Krisdayanti yang sambil bersenandung menyanyikan lagu miliknya yang sangat legendaris. ‘Menghitung hari, detik demi detik..’ terdengar berbisik lirih dengan suara serak-serak basah karena sambil menangis. Ah, teringat dahulu ketika lagu ini menjadi senandung pilu ketika kata putus yang tidak juga jelas, karena sudah lama merasa tidak digubris. Tetapi yang pasti waktu si Oyen tinggal dua minggu lagi, rakyat Amerika sudah memberikan vonis, kita lihat saja apakah dia akan melarikan diri keluar negeri, meminta pertolongan sama Putin yang selama ini menjadikan dia sebagai budak rasis.
Tabik.
Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *