Trump, Mulutmu Harimaumu

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Kalau dipikir-pikir, ocehan Donald Trump di Twitter bisa dirangkai bagaikan komik. Dan sekilas, seperti bisa menjelaskan fenomena geopolitik yang terjadi. Bahkan sejak sebelum ia menjadi Presiden, ocehan itu kemudian menjadi kenyataan.

Pertama, ocehan tahun 2012 saat Trump masih seorang pengusaha. Dia mengatakan bahwa isu Pemanasan Global adalah kepentingan China agar produk-produk Amerika tak mampu berkompetisi. Di kemudian hari, ocehan ini menjadi kenyataan. Bukan sekedar produknya, bahkan tekhnologi Amerika akhirnya juga tertinggal dari China.

Isu Pemanasan Global berbuah menjadi Kesepakatan yang dinamakan dengan Perjanjian Iklim Paris 2015. Dan dampak dari kesepakatan ini, banyak perusahaan Otomotif di Amerika yang sakit-sakitan akibat kalah bersaing dengan tekhnologi Mobil Listrik Ramah Lingkungan yang dikuasai oleh China. Perusahaan Minyak terbesar di Amerika juga terkena imbasnya. Philadelphia Energy Solution (PES) akhirnya jatuh bangkrut.

Selanjutnnya, masih ocehan tentang Global Warming. Terhitung dua kali Trump pernah "mengejek" Global Warming karena merasa musim dingin menyambangi Amerika. Celakanya, setelah ocehan itu Cuaca ekstrim yang dikenal dengan Polar Vortex akhirnya menerpa Paman Sam. Suhu mencapai hingga minus 50 derajat Celcius mengalahkan dinginnya Kutub Utara. Korban Jiwa berjatuhan, pelayanan publik dan ekonomi sempat lumpuh.

Dan yang teraktual adalah ocehan sekaligus sesumbarnya terhadap Covid-19. Bahkan dengan diksi mengejek, Trump menamakan virus itu sebagai Virus China. Tak cukup di situ, Trump juga sesumbar Amerika sebagai negara yang Kuat dan Powerfull.

Kini kita semua bisa melihat justru Amerika menduduki peringkat teratas sebagai negara terpapar Covid-19 dan menyalip China. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, angka kematian tiap harinya sudah melewati 1000 korban jiwa. Akhirnya, Trump menyerah dan menelepon Presiden Xi untuk meminta bantuan dalam perang menghadapi Covid-19. Ibarat meludah ke langit terkena muka sendiri. Jadi, hati-hati ya Trump. Mulutmu adalah Harimaumu!

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Thursday, April 9, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: