Trump Merusak Demokrasi Amerika

ilustrasi
Oleh : Islah Bahrawi
Saya pernah tinggal bertahun-tahun di Amerika, dan saya tidak pernah melihat cara orang Amerika melihat demokrasi seperti hari ini. "This is not America," kata aktris Chloe Moretz. Trump membawa Amerika mundur dalam menyikapi gestur politik, ia memperkenalkan brutalitas kepada negara yang telah ratusan tahun menjadi pionir demokrasi. Munculnya beberapa negara kaya baru - terutama Cina - akibat pertumbuhan ekonomi global yang tidak seimbang, membuat Amerika seperti kehilangan wibawanya. Dalam situasi seperti itu, "demokrasi mapan" kemudian merangsang kebangkitan otoritarianisme baru. Trump adalah bagian penting dari cerita ini.
Banyak pemimpin yang dipilih secara dramatis seperti Trump, tapi Trump adalah persoalan yang lain lagi. Sejak awal ia berusaha mencuri perhatian dengan mempersempit interpretasi liberalisme rakyat Amerika melalui gambaran dirinya yang agamis dan patriotis. Faktanya, para pemimpin seperti itu justru semakin sibuk mempertebal kultus ala totalitarian dengan mengabaikan hak-hak kritik saat ia mengejar agenda populisnya. Kerusuhan di Capitol Hill minggu ini, adalah buah dari pemujaan terhadap Trump yang dibangun sejak lama - salah satunya dari populisme agama. Aksi pendukung Trump lalu merubah Washington seolah menjadi salah satu pojokan kumuh di Mogadishu.
Trump memperburuk Amerika dengan kebiasaannya mengusung berita hoaks dan anjuran tanpa dasar, memosting di akun media sosial pribadinya - membuat rakyat Amerika tidak bisa lagi membedakan kebohongan dan kebenaran. Seringkali berita tanpa kejelasan itu dibumbui dengan sentimen identitas yang membuat masyarakat berkenalan dengan hal baru: populisme agama. Guliran hasutan secara digital lalu tumpah menjadi asap tebal, menguap bersamaan dengan semakin tipisnya interpretasi demokrasi.
Amerika bukan lagi contoh baik dalam moderasi, apalagi demokrasi. Seperti halnya film Hollywood, Amerika Serikat kelak akan sepenuhnya fantasi dan animasi. Episentrum politik bumi selalu ditakdirkan berputar, mungkin inilah saatnya Amerika bergeser pelan.
Sumber : Status Facebook Islah Bahrawi
Saturday, January 16, 2021 - 13:00
Kategori Rubrik: