Tragis, Ternyata PKS Hanya Menang Di 2 Pilgub

Ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Partai Keadilan Sejahtera salah satu partai yang tidak hanya oportunis namun juga main klaim. Termasuk salah satunya dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah serentak 27 Juni kemarin. Dari 17 propinsi yang menggelar pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, PKS ternyata hanya menang di 2 propinsi saja. Sementara di propinsi lain hanya turut mendukung. Sederhananya, siapa yang bisa sebut Lukas Enembe sang Gubernur Papua kembali terpilih bakal menuruti kata PKS? Tentu tidak.

Ada 2 kemenangan yang benar-benar milik PKS karena bukan hanya diisi oleh kader internal mereka namun juga kiprahnya bisa jadi akan menerapkan kebijakan yang sangat pro mereka. Itu juga jika pasangan gubernur/wakil gubernur setuju. Kedua propinsi itu yakni Kaltim yang mendudukkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi serta Nusa Tenggara Barat yang memenangkan pasangan Zulkieflimansyah dengan Siti Rohmi Djalillah. Seperti diketahui Hadi Mulyadi adalah Ketua DPP PKS yang mengurusi wilayah Kaltim serta Zulkifli merupakan Sekretaris Fraksi PKS MPR.

Adapun 5 propinsi lain yang diklaim sebagai kemenangan PKS bakal melompong tanpa berkontribusi secara signifikan. Sebutlah misalnya Sumatera Utara yang memenangkan Edy Rahmayadi dengan Musa Rajekshah. Kita ketahui Edy merupakan mantan Pangkostrad yang nasionalismenya tak pantas diragukan. Dia akan menolak kebijakan-kebijakan yang tidak nasionalis, sectarian serta tidak menghargai keragaman.

Atau Propinsi Riau pasangan Samsuar dan Edy Nasution akankah membawa misi partai pimpinan Shohibul Iman? Penting diketahui Samsuar sendiri merupakan ASN yang mengabdi di Pemkab Bengkalis dan kemudian memenangkan Pilkada di Kabupaten Siak. Sang Wagub Brigjen (Purn) Edy Nasution pernah menjabat sebagai Danrem Wira Bima Riau. Mereka tidak terlacak punya hubungan ideologis dengan PKS.

Mau klaim kemenangan Cagub Cawagub yang didukung PKS di Kalbar? Tidak mungkin meski pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan nampaknya tidak terkejar. Kenapa? Ada Golkar yang memiliki jasa besar dalam pilkada. Di Sulsel lebih tidak bisa sembarangan klaim bahwa Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman adalah PKS. Nurdin kepala daerah pertama di Indonesia bergelar Profesor. Sedangkan Wagub Andi Sudirman juga professional yang pernah menjabat Deputy dan Project Manager proyek DP2 DSV saturation dan air diving/profesional).

Dari klaim kemenangan PKS di Papua, Sumut, Riau, Kalbar dan Sulsel, terlihat bahwa partai ini hanya partisipan belaka. Tidak benar tersebarnya meme itu merupakan kemenangan mutlak mereka. Kita tahu partai yang suka melebih-lebihkan sesuatu ya PKS. Padahal beberapa Gubernur yang merupakan kader mereka tidak membuat terobosan signifikan. Sebut saja Aher yang hingga 10 tahun tidak mampu membuat Ciliwung lebih baik/bersih. Faktanya lebih jorok dan membahayakan masyarakat pinggiran Ciliwung. Atau Anies – Sandi yang sampai sekarang tidak terdengar sudah melakukan apa. Program unggulan mereka baik Ok Oc, penghentian Reklamasi maupun DP 0% melayang entah kemana.

Sementara Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Utara justru malah tertangkap KPK gegara kasus korupsi. Disisi lain terkuak ternyata beristri lebih dari satu tanpa diketahui publik. Sementara Irwan Prayitno, kader PKS yang menjabat Gubernur di Sumatera Barat malah memuji-muji Jokowi. Hal ini menandakan bahwa PKS sejatinya masih sama seperti dulu, tidak banyak berkontribusi. Lantas kenapa sering disebut orang? Ya karena mereka suka ribut saja, berbuat sih enggak.

 

Friday, June 29, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: