Tragedi St Lidwina, Jadi Faham Alasan Banser Jaga Gereja

Ilustrasi

Oleh : Ardiyansyah

Mengenang Riyanto Sang Martir: Inilah Mengapa Harus ada Riyanto-riyanto lain

Entah kenapa jika ada rumah ibadah lain terutama gereja, saya teringat dengan Riyanto. Riyanto hanyalah seorang anak desa yang tinggal disebuah kampung di Jawa. Dirinya bukanlah ulama yang mengerti hukum fiqih dan tafsir. Meskipun demikian, Riyanto mengabdi di Banser NU. Salah satu sayap tempur NU. Di Banser, Riyanto belajar bagaimana rasa toleransi itu begitu penting.

Banser menjaga gereja pada awalnya atas intruksi Gus Dur. Ketika itu banyak yang menentang. Tetapi Gus Dur meyakinkan Banser, bahwa yang mereka jaga ialah manusia, dan rasa kemanusiaan harus beriringan dengan rasa keberagamaan. Pada waktu itu, Gereja banyak di bom oleh kelompok ekstrimis yang mengatasnamakan islam. NU sebagai ormas terbesar di Indonesia wajib mengembalikan citra Islam yang tercoreng oleh ekstrimis.

Dengan instruksi Gus Dur menjaga gereja, paradigma umat non Islam berubah bahwa tidak semua umat Islam setuju akan teror. Justru dengan adanya Banser, umat Islam tetap dikenal sebagai agama yang sejuk.

Toleransi NU bukan hanya simbol dan slogan semata. Riyanto dengan beraninya memegang bom yang ada di Gereja, tanpa pernah merasa takut. Rasa kemanusiaan Riyanto mengalahkan rasa takutnya terhadap kematian.

Saya ingat bagaimana awalnya banyak yang mencibir Banser menjaga gereja. Ada yang membawa dalil secara fiqih dan mengatakan jaga gereja itu haram. Padahal ketika terjadi perusakan rumah ibadah lain oleh sebagian oknum yang mengatasnamakan Islam, mereka tidak lantang mencekalnya. Padahal di dalam Al-Quran disebutkan,

“Sesungguhnya barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”.(al-Mâidah:32)

Di dalam hadis dijelaskan,

"Barang Siapa Menyakiti Dzimmi (orang non Muslim yang tidak memerangi Islam), Maka Aku (Rasulullah) Akan Menjadi Lawannya di Hari Kiamat" (HR. Muslim).

Maka membunuh atas nama Islam dan merusak rumah ibadah non Muslim ajaran siapa?

Dari sinilah Riyanto lain dan Banser diperlukan di negeri ini. Setidaknya, ketika Banser menjaga gereja, tidak ada kejadian teror yang terjadi di Gereja.

Sumber : Status Facebook Ardiyansyah

Monday, February 12, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: