Totalitas Syariah

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Sebagai muslim kita wajib menjalankan syariah Islam. Rasanya ini sudah disepakati dan tidak ada yang menolak.

Tapi kayak apa sebenarnya bersyariah itu sendiri? Apakah harus hajar kanan kiri sekenanya? Apakah kita kudu totalitas syariah?

Sebenarnya syariat Islam itu luas dan luwes. Tidak mentang-mentang bersyariah, lantas kita jadi ngamuk dan asal total sekenanya?

Sebenarnya bersyariat itu bagaikan kita menggunakan obat. Semua ada takaran dan dosisnya.

Apalah artinya obat kalau tidak benar takaran dan dosisnya. Alih-alih mengobati, malah meracuni. Namanya over dosis.

Apalah artinya totalitas syariat kalau tidak paham detailnya. Alih-alih mendapat ridha Allah, yang terjadi malah dapat murka-Nya.

1. Totalitas Ibadah?

Sewaktu ada shahabat yang bertekad mau tiap malam begadang qiyamullail, atau puasa selamanya, justru Nabi SAW menegur mereka.

Beliau SAW saja masih memberi hak pada tubuh dan juga keluarganya, tidak harus total ibadah doang hidupnya.

Rupanya cinta kepada Allah itu tetap harus pakai takaran dan dosis, tidak asal ibadah total gitu aja.

2. Totalitas Infaq?

Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash bertekad mewasiatkan seluruh hartanya di jalan Allah, justru Nabi SAW menegurnya.

Lebih baik meninggalkan harta kepada keturuan (waris) dari pada mereka hidup miskin jadi beban umat.

Akhirnya dikasih jalan tengah, boleh wasiat harta di jalan Allah, tapi maksimal 1/3 saja. Sisanya yang 2/3 diproteksi agar ahli waris tetap mendapatkan haknya.

الثلث والثلث كثير

Sepertiga, dan sepertiga itu sudah banyak.

3. Totalitas Hukum Syariat?

Ketika wanita hamil di luar nikah datang kepada Nabi SAW minta dirajam, Beliau SAW menolak hukum rajam dengan berbagai alasan. Mulai dari disuruh lahirkan dulu bayinya hingga harus membesarkannya sampai akhirnya disuruh carikan orang tua asuhnya.

Tidak ujug-ujug main rajam saja, mentang-mentang punya tugas menegakkan syariat Islam. Beliau SAW malah berpesan :

ادرؤوا الحدود بالشبهات

Tolaklah hukum hudud dengan dicarikan syubuhatnya.

4. Totalitas Shalat Berjamaah?

Nabi SAW sempat memarahi Muadz bin Jabal ketika agak kelamaan dalam mengimami shalat jamaah.

أفتان أنت يا معاذ؟

Apa kamu tukang bikin fitnah, wahai Muadz?

Rupanya mengimami shalat jamaah kepanjangan, justru malah tidak sesuai syariat. Oleh Nabi SAW, pelakunya yang diaebut sebagai tukang fitnah alias biang kerok yang suka menimbulkan keonaran.

Note :

1. Bersyariah itu wajib
2. Namun bersyariah harus sesuai takaran dan dosis
3. Kuncinya, perdalam ilmu syariah dan perluas, bukan cuma meributkannya tapi nggak mau belajar.
4. Memperkenalkan syariah kudu pakai teknik tingkat tinggi, jangan asal teriak-teriak doang. Nanti orang malah semakin benci dan takut kepada Syariah Islam. 

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, August 12, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: