Toshiba Cikarang Belum Tutup

Oleh  : Thomson Cyrus

Demi memberikan informasi yang lebih akurat dan berimbang serta menyempurnakan artikel saya sebelumnya.

Kemarin, sehabis meeting di salah satu pabrik di cikarang, saya sempatkan bertandang ke pabrik toshiba yang bikin heboh itu, apakah benar sudah tutup atau belum agar kita lebih jernih dan lebih akurat mendapatkan berita, jangan-jangan HOAX atau memang sudah tutup benar.

 Penelusuran ini, tentu jauh dari sempurna, sebab saya bukan wartawan atau pihak pemerintah yang memiliki wewenang untuk investigasi PT Toshiba, mengapa ini perlu saya sampaikan, sebab ada banyak kepala batu, yang susah dijelaskan di Indonesia ini. Tujuan dari penelusuran ini ada 2, pertama untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, kedua untuk menjaga nama baik saya, sebagai pewarta warga biasa (netizen) agar tidak ada fitnah. Jika tetap ada yang menganggap ini adalah pembelaan saya untuk Jokowi, ya monggo saja.

Tulisan ini saya bagi dua bagian, pertama, reportase dan kedua, opini...agar anda yang membaca dapat membedakan kapan saya mereportase sesuai fakta dilapangan dan di bagian mana saya ber-opini, yang tentunya bahagian dari pemikiran membangun saya untuk para pembaca yang budiman.

PERTAMA, REPORTASE.

Kawasan EJIP (East Jakarta Indsutrial Park) ini berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Meski kawasan ini berada di Jawa Barat, Dia disingkat EJIP, J=Jakarta, tetapi itulah kenyataannya, mungkin nilai jual nama Jakarta lebih keren dibanding Bekasi. Kawasan ini berbagai pabrik berdiri, seperti gambar di bawah ini. Hampir semua kawasan ini telah terbangun pabrik, saat ini sedang di bangun beberapa pabrik baru di lahan yang masih kosong.

Inilah beberapa fakta per tanggal 09 februari 2016 sore sekitar pkl 15.00 WIB antara lain.

 Untuk melengkapi reportase saya tentang keberadaan PT Toshiba Consumer Products Indonesia yang beralamat: East Jakarta Industrial Park Plot 5G, Jl. Angsana Raya Lemahabang, Cikarang Barat, Jawa Barat Telepon:(021) 8970462, saya lebih baik berbicara dari fakta foto yang saya ambil hari selasa, sekitar jam 3 sore hari.

Pertama, Pabrik Toshiba belum tutup, masih beroperasi itu dapat dibuktikan dengan parkir mobil dan parkir motor yang masih terisi banyak (mobil ada puluhan dan motor ada ratusan)

Parkir mobil staf dan para tamu (Ada puluhan mobil pribadi) di depan pabrik Toshiba Cikarang, EJIP Parkir motor di dekat mesjid yang ada dibagian samping pabrik Toshiba Cikarang, EJIP. (Ada ratusan motor terparkir rapi)

 Pintu masuk PT Toshiba Consumer Products Indonesia yang masih terbuka, terkonfirmasi juga dalam gambar ada aktifitas mobil barang keluar, disebelah kiri ada pos satpam dan di depannya ada parkir tamu PT Toshiba, artinya aktifitasnya normal sebagaimana pabrik yang masih beroperasi.

Kedua, fakta bahwa ada phk adalah benar seperti terkonfirmasi dari kompas.com berikut ini. Sebagaimana yang diungkapkan kepala BKPM Franky Sibarani, Toshiba mem-PHK karyawan sebanyak 360 orang, tidak seperti isu yang dihembuskan saudara Said IQbal (KSPI) sebanyak ribuan orang. Bahwa pabrik PT Toshiba mem-PHK karyawan benar, tetapi pabrik tidak tutup. Itu dua hal yang berbeda.

Dengan demikian, saya telah memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk mematahkan pemberitaan media yang mengatakan pabrik Toshiba tutup dan hengkang ke luar Negeri, dengan bukti foto aktifitas pabrik yang masih beroperasi, serta bukti konfirmasi Kepala BKPM tentunya beliau mendapat laporan resmi dari PT Toshiba. Maka, reportase saya ini, tidak perlu saya harus mewawancara manajemen PT Toshiba untuk membuat anda percaya.

KEDUA, OPINI.

 Sebagai netizen yang kebetulan saya beraktifitas di lingkungan pabrik, saya berkepentingan untuk memberikan informasi yang berimbang, agar apa?

Pertama, Isu gelombang PHK tentunya akan meresahkan masyarakat. Buruh takut akan kehilangan pekerjaan, pengusaha takut berinvestasi, sebab ini masalah persepsi negatif yang sangat penting bagi keberlangsungan usaha. Berangkat dari pemikiran ini, ada baiknya menurut saya, kita saling menjaga stabilitas agar investor percaya menanamkan modalnya di Indonesia.

Kita memerlukan kestabilan untuk bertumbuh. Negara ini memerlukan investasi baru, agar terbuka lapangan kerja baru, ada pertumbuhan ekonomi dengan investasi baru. Jika investasi bertambah, pengangguran berkurang, pengangguran berkurang, daya beli masyarakat meningkat, daya beli masyarakat meningkat, konsumsi meningkat, konsumsi meningkat, ada pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi akan mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. Begitu siklus itu berputar terus.

 Saya sebagai warga negara, berkepentingan dan bertanggung jawab untuk ambil bagian dalam proses itu, itu sebabnya, meskipun saya bukan bagian dari pemerintah, saya berkepentingan menyampaikan ini kepada masyarakat.

ANGGAP SAJA SAYA HUMAS RELAWAN PEMERINTAH JOKOWI, tidak ada apa-apa, DI SAAT HUMAS KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN YANG SEHARUSNYA MELAKUKAN PEKERJAAN SEPERTI INI, tetapi kita tidak boleh menunggu orang yang tidak melakukan pekerjaannya dengan benar, biarlah itu urusan pak Jokowi.

Kedua, Ada begitu banyak masyarakat yang mengatasnamakan perjuangan untuk buruh, tetapi sikap dan perilakunya malah memeras para buruh itu, tanpa disadari oleh buruh itu sendiri bahwa mereka adalah ladang untuk menambah pundi-pundi bagi oknum tertentu. Bisa kita lihat dari banyaknya serikat pekerja, mengapa begitu banyak serikat pekerja? Di situ ada kepentingan dan wani piro nya, sudah terkonfirmasi paling tidak lewat iuaran para buruh kepada serikat pekerja.

Kita sangat peduli kepada kaum buruh, itu sebabnya saya terganggu dengan isu PHK massal ini, oleh karena isu itu memperparah keadaan mereka, bukan malah membantu, sebab itu bisa membuat para investor angkat kaki dari Indonesia. Jika investro angkat kaki dari Indonesia, yang rugi kita juga, ya buruh, ya masyarakat.

Ketiga, Jangan kita membenturkan masalah nasionalisme dalam isu investasi, perdebatannya panjang. Jangan kalau pro investasi disebut tidak nasionalis, lalu kalau anti investasi lalu nasionalis. Darimana rumusnya itu? Saya tidak mau berpolemik dalam soal ini.

Keempat, Masyarakat harus bahu membahu agar perekonomian kita semakin baik ke depan. Kita dukung program-program pemerintah yang baik, toh semua pembangunan itu untuk masyarakat. Tanggung jawab sebagai warga negara adalah ambil bagian dalam mengisi pembangunan, sekecil apapun peran serta yang kita lakukan.

 Semoga PT Toshiba semakin maju dan sukses di masa depan, sehingga dapat merekrut karyawan baru lagi.

So...kita sama-sama peduli nasib buruh, mari bergandengan tangan. Hilangkan persepsi negatif, bangun optimisme.

 

Sumber : Kompasiana

Wednesday, February 10, 2016 - 13:45
Kategori Rubrik: