Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Oleh: Wahyu Sutono

 

Oposanpun kejang-kejang, dan sudah diduga bahwa setelah nyinyir prestasinya Susi Pudjiastuti, kini tertuju pada Sri Mulyani sesaat setelah menyampaikan kabar gembira dengan dinobatkan sebagai menteri terbaik dunia. Masyarakat langsung mengira bahwa esoknya oposan akan nyinyir dan menggoreng berita baik ini, bukannya ikut gembira seperti layaknya orang normal.

Bagi yang cerdas dan berfikir jernih, tentunya akan menghargai penghargaan ini karena yang menilai adalah pakar dari seluruh dunia, dus bukan orang biasa yang hanya bisa nyinyir. Jadi itu artinya bahwa pemerintah, khususnya Menteri Keuangan sudah mengelola keuangan negara dengan baik. Tapi baiklah bila Fadly Zon dan Habiburochman nyentil seperti itu, walau sungguh memalukan bicara tanpa data.

 

 

Pertama. Bila pajak tidak naik, itu jelas salah besar, karena pertumbuhannya justru signifikan hingga 13%. PPh non migas saja mencapai Rp. 459,94 Trilliun atau meningkat 61,97% dari target. Ini belum kita bahas tentang pemasukkan dari program tax amnesty yang hanya dilakukan di era Jokowi.

Kedua. Subsidi dicabut itu benar. Tapi itu hanya diperuntukkan bagi yang mampu, dus bukan untuk tujuan masyarakat kecil. Misalnya untuk pelanggan pengguna listrik daya 900VA adalah dari pelanggan masyarakat mampu. Lalu uangnya dialihkan untuk pembangunan jaringan listrik ke daerah tertinggal yang belum merasakan tenaga surya dari pemerintah.

Ketiga. Fadly Zon juga katakan bahwa import naik, itu juga ngawur, karena menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) nilai import Indonesia pada tahun 2017 senilai USD 10,11 Milliar atau 'Turun' 27,26%.

Keempat. Utang melonjak. Itu benar. Tapi catat bahwa Indonesia sudah berhutang sejak era orde lama, bahkan hingga era SBY hutang Indonesia masih sangat besar. Jadi era Jokowi hanya mendapat warisan hutang. Lalu untuk membayar bunga hutang dan membangun negeri ini, Indonesia menambah hutang.

Hasilnya, baru 3,4 tahun pembangunan sudah terwujud di seluruh Indonesia, dan itu tidak terjadi di era-era sebelumnya, padahal sama-sama berhutang. Hutang Indonesiapun terbilang wajar karena tak lebih dari 30% dari GNP. Karena semua negara majupun biasa berhutang, bahkan Jepang berhutang hingga senilai 200% dari GNP-nya, nggak ada yang menggonggong tuh.

Pertanyaannya. Apakah bila Prabowo jadi presiden tidak akan berhutang dan prestasinya bisa lebih baik dari Jokowi? Tidak ada jaminannya kan? Khusus untuk Habiburochman: Sri Mulyani mendapat anugerah tersebut bukan claim diri sendiri, tapi dari para pakar di seluruh dunia. Sedangkang jadi advokat terbaik di dunia atas claim Anda pribadi. Padahal jadi pengacaranya Jonru saja gagal.

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong?” (Imam Syafii)

"Salam Nyinyir Dari Rakyat Yang Waras"

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Monday, February 12, 2018 - 23:30
Kategori Rubrik: