Tommy Prihatin

ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

"Tommy Soeharto mengatakan 20 tahun reformasi bukan kemajuan tetapi keprihatinan."

Kali ini Tommy benar sekali bahwa tidak ada kemajuan, terbukti isu yang dijual dari waktu ke waktu tidak jauh dari persoalan PKI yang tak pernah bisa dibuktikan sejak mulai dilempar pada kampanye Pilpres 2014 silam.

Juga benar-benar memprihatinkan bahwa masih banyak anak-anak bangsa yang begitu mudah percaya dengan isu basi yang justru menciptakan polarisasi atau perpecahan menjadi kelompok yang mendukung Presiden Jokowi dengan yang menentangnya.

Tommy mungkin pura-pura lupa bila di masa orde baru tidak ada pembangunan yang menonjol di luar Pulau Jawa, apalagi di Papua. Bahkan kantor perbatasan antar negara saja keadaannya sungguh memprihatinkan, hingga di era Presiden Jokowi-lah kemudian dibangun dengan begitu megahnya.

Iya.. memang tidak ada kemajuan, karena saat ini sedikit-sedikit demo yang dilakukan oleh kelompok yang itu-itu saja. Bahkan saat PSBB pun tetap demo, dan mengabaikan pandemi Covid-19. Lalu kapan pun waktunya, dimana pun tempatnya, dan apa pun temanya, ujung-ujungnya selalu teriak turunkan Jokowi. Namun ketika ditanya siapa yang bisa menggantikan dengan kualitas yang lebih baik dari Jokowi, semuanya membisu.

Iya.. memang memprihatinkan karena banyak anak-anak kecil yang tidak tahu apa-apa harus dilibatkan demo, bahkan hingga banyak yang bingung dan kelaparan. Sementara kami lupa KPAI kantornya berada dimana. Bayangkan seperti apa gelisahnya para orang tua mereka. Sementara para elite hanya tertawa menonton lewat televisi sambil mengisap cerutu dan secangkir kopi luwak yang mahal harganya.

Akhirnya kami semua bukan saja sadar bila masa orde baru itu tak boleh lahir kembali dalam versi apa pun, tapi kami pun makin prihatin bila masih banyak orang Indonesia yang belum ada kemajuan karena belum melek politik. Orang yang jujur dan ingin memajukan bangsa dan negaranya harus dimusuhi, sedangkan yang belum terbukti justru dipuja puji. Ini sungguh-sungguh memprihatinkan..

Iya.. bukan kemajuan.. tapi keprihatinan..

Salam prihatin untuk masa silam..

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Friday, June 26, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: