Toleransi Agama dalam KKN UGM

ilustrasi

Oleh : Suratno Muchoeri

Ini foto sy di depan Kecamatan Prambanan wkt ikut KKN UGM tahun 1999. Percaya nggak percaya, saya yg diapit 2 gadis berjilbab putih. 2 gadis itu kebetulan KKN-nya se-dusun dgn saya: Mba Memy (Sosiatri) dan Mba Etik (Teknik Kimia). 3 lainnya yg se-dusun: Mas Eko (Kedokteran), Mas Ihwan (Pertanian) dan Mas Edi (Teknik Geologi). Kami ber-6 di tempatkan di Dusun Mutihan, Desa Madurejo, Kec Prambanan Kabupaten Sleman. Lokasinya dari Candi Prambanan ke selatan, sekitar 10 km.

Betah nggak? Yaelah. Sy model orang yg dimana aja betah hehe. Kan dari kecil di pesantren, sempat jd buruh-pabrik di Citeureup Bogor, terus kuliah kost di Yogya, jadi dimana aja betah lah. Nggak masalah dgn kehidupan baru, teman2 baru dan aktivitas baru. Malah senang dgn semua itu. Yg bikin agak sedih dan nggak betah paling ya krn harus ninggalin mantan aja di Yogya smntr waktu (eh dulu blm mantan ya hehe) slm bbrp bulan utk KKN.... #eaa

Kehidupan baru? Iya. Tapi sbnrnya nggak baru2 amat sih. Lha desa saya di Danasri-Cilacap (maaf) lbh pelosok dibanding tempat KKN sy. Hidup di desa gitu ya udah biasa banget. Yg agak baru mungkin krn di dusun KKN saya wadus (warga dusun) yg beragama Katholik agak banyak, boleh diblg mayoritas di dusun itu. Bersahabat, berinteraksi dan bekerja sama dgn mereka membuat sy belajar ttg toleransi agama yg sesungguhnya. Learning by doing ini hehe.

Selain program2 umum dan program2 keagamaan Islam yg sy lakukan, sy jg membantu aktivitas umat Katholik spt mengkoordinir paduan-suara remaja , mbantuin nggitarin anak2 sekolah minggu nyanyi2 lagu, ikut dekorasi utk perayaan apa gitu, mbantuin ngurusin konsumsi, angkat2 dll dlm acara keagamaan mrk, baik di rumah maupun di gereja. Nggak pernah sedikitpun sy khawatir berkurang keimanan sy. Slm KKN sy dan tmn2 tinggal dirumah pak kadus (kepala dusun). Pak kadus dan klrg-nya yg beragama katholik rajin mengingatkan saya dan tmn2 utk sholat dll.

Bahkan pernah begini "Wah Mas Sur klo nyanyi suaranya bagus, pasti klo baca Al-Qur'an jg bagus ya". Jadilah atas request bpk n ibu kadus saya baca bbrp ayat Al-Qur'an. Kbtln sy prnh belajar qiroah jd tahu dan bisa 7 naghom (jenis2 irama dlm melagukan ayat2 Al-Qur'an) spt bayati (suri, qoror), nahawand, hijaz, jiharkah, syika, rast dan shoba (shoba mangal bastanjam) dll.

Oiya program2 KKN itu ada program desa, program dusun, program lintas keilmuan, program individu. Yg prnh KKN pasti familiar dgn program2 spt: Plangisasi, Aktanisasi, Komputerisasi, Hidroponik, Sablonisasi, Corisasi, Sanitasi, Assainering/Irigasi, pembuatan makanan & kue2, pembuatan hasta karya, teknik pemasran (marketing), membangun jaringan (network building), pembinaan seni-budaya, olah-raga, dan mental spiritual, pengorganisasian masyarakat, dll.

Persahabatan yg mendalam dan berkesan. Melewati sekat2 agama. Beda keyakinan tp kita bersaudara. Bhkn stlh KKN selesai sy sering berkunjung ke dusun itu. Menemui pak kadus dan klrg serta teman2 warga dusun tempat sy KKN. Kbtln stlh KKN sy sempat dapet grant utk riset ttg pengembangan potensi sosial-budaya-ekonomi warga sekitar candi Prambanan jd sy msh sering mampir, berdiskusi dgn mereka semua. Stlh sy pindah Jakarta dan lalu kuliah di luar negeri mmg jd jarang tp sesekali sy sempat mampir ke sana termasuk pernah ngajak anak istri: Hani dan Haya, biar mereka tahu gmn sy dulu KKN, apa yg sy lakukan dan apa yg sy pelajari slm di sana.

Makasih warga dusun Mutihan.
Makasih KKN UGM
Danke fur euch-alle

Sumber : Status Facebook Suratno Muchoeri

Sunday, May 17, 2020 - 14:15
Kategori Rubrik: