Tol Tanpa Utang

ilustrasi

Oleh : Ami Seno

Jurnalis: "Di Surabaya Anda bilang jalan tol Cipali dibuat tanpa utang sama sekali?"

Sandiaga: "Betul. Saya bisa menyelesaikan jalan tol sepanjang 116 km itu tanpa utang sama sekali. Tidak seperti yang dilakukan oleh Pemerintah sekarang yang...."

Jurnalis: (memotong ucapan Sandiaga) "Tetapi ada banyak berita bahwa pembiayaannya itu dilakukan oleh sindikasi bank yang dipimpin oleh BCA?"

Sandiaga: "Oh, ya.... Kami tetap perlu pinjaman dalam jumlah yang kecil agar proyek itu bisa lancar, tapi jumlahnya tidak signifikan."

Jurnalis: "Tahun di tahun 2013 beritanya menyatakan 22 bank, dipimpin BCA, meminjamkan hampir Rp8,9 triliun ke proyek yang nilai totalnya Rp12,5 triliun itu. Artinya, lebih dari 70% pembiayaannya dari utang."

Sandiaga: "Emmm, anu. Yang saya maksud itu utang luar negeri. BCA kan bank dalam negeri."

Jurnalis: "Tapi di dalam sindikasi itu ada Standard Chartered dari Inggris, SMBC dari Jepang, OCBC dari Singapura, ICBC dari Tiongkok, dan Deutsche Bank dari Jerman. Apakah itu bukan bank-bank asing?"

Sandiaga: "Uhuk! Tetapi kan mereka dipimpin bank dalam negeri. Yang saya sampaikan itu sebetulnya masukan agar Pemerintah mengembangkan saja kerjasama dengan lembaga jasa keuangan swasta, bukan berhutang pada lembaga pembiayaan multilateral."

Jurnalis: "Di dalam sindikasi itu juga ada IFC dan ADB yang merupakan lembaga multilateral. Lagipula, bukankah bunga pinjaman lembaga multilateral lebih rendah. Mengapa harus dihindari?"

Sandiaga: "Maaf ya, saya mau wudhu dulu. Gayung, mana gayung?"

Sumber : Status Facebook Ami Seno

Friday, January 11, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: