Tol Sepi

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Banyak orang kritik tol yang sepi gegara mahal katanya.

Kalau saya justru senang banget. Masuk tol itu memang tujuannya biar sepi, jadi perjalanan lancar, cepat, hemat waktu.

Ngapain masuk tol pakai bayar pula, kalau isinya truk-truk pada jalan kayak bebek berbaris gara-gara kelebihan beban?

Kelebihan beban itu merusak jalan. Ada yang bilang jalan pantura gak pernah mulus karena biar uang proyek perbaikan jalan terus mengalir. Proyek abadi pantura.

Kalau menurut saya, justru truk-truk kelebihan beban itulah yang setiap hari merusak jalan pantura. Mereka main mata dengan petugas jembatan timbang. Hancurlah jalanan.

Sekarang kok truk kelebihan beban mau disuruh masuk jalan tol? Hancur nanti jalanannya.

Tol itu jalan bebas hambatan. Dan selama ini hambatannya truk-truk kelebihan beban. Kecepatannya di bawah standar, bebannya di atas standar.

Masuk tol penuh truk kayak gitu menurut saya termasuk jual-beli GHOROR.

NB.

Satu lagi, siapa bilang truk itu melambangkan orang miskin? Kalau sopir dan kernetnya mungkin iya miskin. Tapi yang punya truk, jelas juragan kaya. Apalagi yang punya barang di atas truk, jelas orang kaya. Lha wong punya barang satu truk, kok dibilang tidak kaya?

Justru mobil pribadi ini yang miskin, lha wong belum pada lunas cicilannya juga tuh.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

Monday, February 11, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: