Tol Langit

ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Akhir tahun lalu gw beberapa kali ke Lampung Timur lewat darat. Dalam perjalanan sering memasuki zona blank spot, area tidak terdapat signal handphone. Hal itu terjadi selama 10 - 15 menit perjalanan. Secanggih apapun HP, akan percuma karena semua akses jaringan, baik internet atau telepon hilang. Signal ngumpet meski didaerah tersebut adalah sebuah desa.

Saat di Papua tahun 2014 lebih menyedihkan. Dalam perjalanan dari Sorong ke Teminabuan Sorong Selatan, HP hanya berfungsi sebagai camera atau MP3 player. Jarak antar dua kota itu lebih kurang 150 km, memakan waktu 4 - 5 jam perjalanan. Selepas kota Sorong, signal internet sudah sulit didapat, nyaris gak ada. Boro2 signal internet, jaringan telepon selular juga susah. Memasuki kota Teminabuan, signal GSM kembali hadir sedangkan signal internet kadang2 saja. Kadang susah, kadang hilang.

Gak usah jauh2 ke Lampung atau Papua, jika kita melakukan perjalanan darat di pulau Jawa, ada titik2 tertentu yg terdapat zona blank spot. Signal telepon dan internet hilang meski hanya sesaat. Bayangin kalau kita di Papua yg selama 3 - 4 jam tidak mendapat signal. Selama itu kita tertutup dari dunia luar.

Terlepas dari masih banyaknya daerah tanpa signal, kecepatan internet di Indonesia juga masih jauh dibilang cepat. Meski sudah 4G, kecepatan internet kita baru 8,6 Mbps tapi kenyataannya stabil dikecepatan 2 - 5 Mbps. Makanya wajar jika dibeberapa daerah membuka Youtube sering buffering. Video call juga sering terputus. Itulah kenapa Pemerintah akan membangun infrastruktur langit seperti yg diungkap Kyai Ma'ruf Amin saat debat cawapres. Yai Ma'ruf milenial banget ya 

Jangan artikan Tol langit atau infrastruktur langit itu adalah jalan bebas hambatan untuk mobil. Kecuali lu kampret

Teknologi tol langit atau infrastruktur langit itu nyata ada namun secara fisik bersifat invisible, tidak terlihat. Ada beragam istilah dalam konteks global antara lain space-based internet atau space internet saja.

Farooq Khan, Presiden Samsung Research America, pada tahun 2015 menulis tentang infrastruktur langit yg diberi judul "Mobile Internet from the Heavens". Artikel yang membahas tentang space internet. Artikel itu menyimpulkan bahwa teknologi space internet akan memberikan layanan internet yg lebih terjangkau bagi setiap orang di muka Bumi lewat penggunaan satelit mikro murah.

Tol langit atau infrastruktur langit yg dibicarakan Yai Ma'ruf adalah teknologi serupa yang ditransmisikan lewat infrastruktur kabel serat optik dengan panjang kabel bawah laut mencapai 35.280 km dan kabel di darat yg terbentang sepanjang 21.807 km.

Satelit Palapa Ring yg baru2 ini diluncurkan adalah infrastruktur langit yg menjadikan Indonesia memiliki internet backbone sendiri dan akan memberikan akses cepat untuk berbagai keperluan baik profesional, industri ataupun personal. Karena infrastruktur ini disediakan oleh pemerintah, maka biaya penggunaannya bisa ditekan seminimal mungkin. Artinya jaringan internet akan dinikmati merata diseluruh Indonesia dengan murah. Selain itu kecepatan akses internet 4G-nya mencapai 30 Mbps. Sangat cepat.

Selama ini, beberapa perusahan yg bergerak dibidang pertambangan, perkebunan atau yg jauh dari jaringan internet, akan membuat sendiri infrastruktur internet mereka dan itu memerlukan biaya sangat mahal.

Dengan adanya infrastruktur langit melalui proyek Palapa Ring, jaringan internet di Indonesia akan menyebar merata melaui serat optik dan akan menjangkau ke 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

'Tol langit' alias 'infrastruktur langit' ini merupakan perintah dari Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk mempersatukan Indonesia dan untuk mewadahi usaha2 startup, unicorn hingga decacon yg sebentar lagi ada. Juga untuk menyambut Masa Depan Industri 4.0.

Jadi jangan ragukan pasangan ini untuk kemajuan Indonesia. Pak Jokowi visinya untuk masa depan, Yai Ma'ruf selalu up to date. Klop kan. Bukan sekedar onlen onlen.

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Wednesday, March 20, 2019 - 23:45
Kategori Rubrik: