Tokoh Ndeso vs Tokoh Nasional

Oleh: Tomi Lebang
 

Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra adalah dua tokoh dengan nasib yang bersilang.

Jokowi orang kampung, tokoh daerah dengan pengalaman yang minim, gelar akademik sebiji, hanya jadi seorang petugas partai PDIP. Yusril orang kota, bergelar profesor dan doktor, pernah jadi penulis pidato Presiden Soeharto, pernah jadi menteri dan sampai sekarang jadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang.

Saya tak ingin menentang pendapatnya bahwa "lebih baik tokoh dengan kapasitas nasional mengurus daerah daripada tokoh dengan kapasitas daerah mengurus negara".

Dan faktanya memang begitu.

Tokoh dengan kapasitas walikota kini jadi Presiden. Dari Kota Surakarta yang dihuni hampir 600.000 jiwa, kini Jokowi memimpin negara besar berpenduduk 250 juta.

Adapun Yusril, adalah Ketua Umum PBB yang partainya tak lolos batas bawah perolehan suara untuk menduduki kursi di DPR. PBB yang dipimpinnya adalah partai besar, diurus tokoh berkapasitas nasional, yang perolehan suaranya jika dikais-kais dari seluruh pelosok negeri dan dijumlahkan, hanya sebesar penduduk beberapa kecamatan di Jakarta.

Selamat pagi tokoh nasional.

(Sumber: Facebook Tomi Lebang)

Monday, March 28, 2016 - 13:15
Kategori Rubrik: