Toanya Telat Bunyi

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Menyebut toa sebagai alat pelantang suara tidaklah tepat, meskipun tidak bisa disalahkan juga. Toa yg diributkan belakangan ini adalah merk dagang pelantang suara luar ruang, yaitu TOA, yg aslinya berasal dari Jepang. Nama TOA menjadi identik dgn pelantang suara luar ruang karena hampir semua masjid dan musholla di Indonesia menggunakannya.

Penamaan seperti ini juga berlaku bagi silet (Gillette - USA) dan odol (Odol - Germany). Seterusnya muncul tensoplas untuk pembalut luka, atau indomi untuk mi instant, pamper untuk popok bayi, juga tidak ketinggalan softek untuk pembalut wanita. Tidak mengherankan kalau terdengar dialog berikut di sebuah warung:
“Bang mo beli akua ades”
“Akua ades lagi abis neng, adanya akua ted”

Kembali ke toa yg identik dgn masjid dan musholla. Seorang teman pernah bergurau,
“Kalau toa itu haram, di Indonesia kaga kedengeran azan”
“Jadi toa itu halal dong?”
“Ya iya dong, kan udah disunat”
Teman itu menunjuk 2 pasang toa yg menurutnya sudah disunat. Saya bingung seperti apa sunat itu menurutnya, tapi tetap mengangguk dan tentunya tersenyum.

Berpuluh tahun kemudian, saya baru bisa membenarkan gurauan teman itu. Waktu itu dari kejauhan terdengar seseorang berteriak melalui toa di tengah kerumunan. Dalam teriakannya terdengar kata “haram” beberapa kali. Simpulannya, kalau mengikuti logika singit si teman, toa itu halal karena dipakai untuk mengharamkan. Loud and clear.

Eh hampir ketinggalan nih.
Bisa jadi di Glodok juga pernah ada dialog berikut ini:
“Koh ada toa kaga?”
“Ngga ada bang, adanya yg murah nih, xiopeng. Beda sih, tapi yg penting kelihatan sama”
“Boleh deh, eh nti nulis notanya tetep toa ya”
“Cincay gituan mah”

Tentunya dialog terakhir ini tidak berhubungan dgn toa untuk banjir di Jakarta. Toa di Jakarta pasti lebih mahal dari TOA asli apalagi merk Xiopeng. Bisa jadi merknya Bang Olufsen. Kalau si (a)Bang ini melempem waktu banjir hampir tiba itu bukan karena rusak, tapi listriknya putus gara-gara gardu sudah terendam banjir.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Wednesday, January 22, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: