TNI Dan Sistem Penyaringan Ideologi

ilustrasi

Oleh : Aldie El Kaezzar

"Kurang lebih 3 (persen). Bukan dia itu tidak mau, tapi sudah agak meluntur gitu ya. Karena sikap-sikapnya tidak Pancasila lagi," jelasnya kepada wartawan di TMP Kusumanegara Yogyakarta, Selasa (30/7/2019).

Juli lalu Menhan Ryamizard mengakui kalau ada sebagian kecil dari personel TNI agak meluntur Pancasila-ismenya. Ini memang bukan kategori "gawat darurat" tp jelas ini "lampu kuning."

Saya yakin TNI punya mekanisme berlapis untuk memantau ini. Mereka punya teknologi dan sumber daya yg lebih dr mumpuni untuk melakukan itu. Tapi, suka tidak suka, faktanya, kelompok 3% ini diakui ada di dalam tubuh TNI.

Kehebohan soal calon perwira blasteran, Enzo, baru-baru ini seolah mengingatkan kembali soal antisipasi sedini mungkin. Masalahnya, soal ideologi mungkin tidak sesederhana itu karena mereka sangat mudah ditutupi.

Tak sulit mengaku Pancasilais, cinta NKRI atau menegaskan tolak khilafah secara lisan atau tulisan. Feliz Siauw atau Ismail Yusanto juga pasti fasih kalau hanya sekedar mengaku. Tapi soal hati siapa yg tahu?

Seorang ahli mikro ekspresi bisa saja menilai soal potensi kebohongan saat wawancara, tp tentunya sulit untuk menindak personel terkait karena analisa seperti ini paling jauh hanya sebagai data pendukung, bukan bukti hitam putih.

Memantau media sosial pun bukan jaminan karena di tengah gencarnya isu ini, mudah saja seseorang "menyembunyikan" jejak digital mereka. Pun mereka bisa saja "senyap" dalam grup pesan instan. Apalagi tak susah mencari aplikasi lain yg relatif sulit "dimata-matai" kan?

Cuma waktu di dalam komunitas sendiri, barulah mereka bisa lebih terbuka. TNI harus bisa dengan segala cara "masuk" dan "memantau" di sini, apapun caranya. Karena 3% dari sekitar 900 ribu adalah 27 ribu orang. Ini bukan jumlah yg sedikit. Kalaupun semuanya bisa "diisolasi" oleh institusi, potensi sekam itu tetap ada dan ini sangat perlu diwaspadai.

Bagaimana TNI mengantisipasi ini?

Saya yakin TNI punya strategi menanganinya, tp persoalannya, masyarakat tidak tahu. Bagaimana kondisi aktual internal TNI? Apakah bisa dijamin kelompok 3% ini jauh dr posisi strategis? Atau jangan2 ada 1-2 orang yg "lolos" dan berhasil menduduki posisi penting?

Mudah-mudahan tidak.

Sudah jadi rahasia umum kalau Hizbut Tahrir (HT) selalu menggunakan jalur militer untuk "berkembang biak". Karena memang cuma militerlah yg punya cukup kekuatan untuk bisa melakukan upaya percobaan kudeta.

Di Turki misalnya, HT membuat surat terbuka kepada jenderal militer, mengajak bergabung membentuk khilafah.

Di Irak dan Suriah 1962-1963, HT berusaha menyusup ke dalam militer. Saat itu, HT berusaha menyusup ke kelompok militer Suriah dan Irak seiring guncangan akibat konflik dengan Israel.

Memanfaatkan momen pertempuran, HT terindikasi menyusup ke militer yang terlibat perang, yakni Yordania (pada 1968,1969, dan 1971), Irak (1969 dan 1972), srta Mesir (1969 dan 1979).

Percobaan kudeta lain di Yordania 1969. Rencana yang dibuat kader HT itu ditata lebih rapi. Mereka banyak melakukan kontak dengan pejabat militer Yordania. Kedekatan tercium, beberapa tokoh politik dipenjara karena dianggap subversif.

Percobaan kudeta selanjutnya di Mesir 1974. Kader HT Mesir, Sallih Sirriya, mengorganisir 100 orang dan berujung pada insiden berdarah di tengah panasnya politik Mesir menghadapi Israel. Presiden Mesir Anwar Sadat ditembak organisasi radikal Tanzim al-Jihad pada tahun 1981.

Mei 2011, Pakistan digegerkan oleh rencana seorang prajurit, Brigadir Khan, yang telah siap dengan pasukannya untuk menggulingkan pemerintahan sah kapanpun dia mau. Militer Pakistan langsung memberangus Khan beserta HT.

Saya yakin Indonesia tidak akan mengalami percobaan itu karena kami percaya TNI mampu membendung dan mengisolasi pergerakan mereka. Tapi kami sebagai masyarakat perlu diyakinkan karena "mata" kami mungkin tidak melihat sedalam "mata" TNI. Pahamilah.

Karena seeing is believing, maka kami perlu "melihat". Kami perlu tahu. Maka tenangkanlah kami yg tengah gundah, wahai penjaga NKRI.

https://m.kumparan.com/…/deretan-upaya-kudeta-oleh-hizbut-t…

Sumber : Status Facebook Aldie El Kaezzar

Friday, August 9, 2019 - 18:15
Kategori Rubrik: