TNI dan Lumbung Pangan

Cuma ya jangan jauh-jauh. Soal TNI menjaga suplay lumbung pangan sepertinya sudah jadi tradisi yang lebih tua dari kaleng khong guan.
Sebagian Laskar Barisan Banteng, Hizbullah dan Tentara RI Siliwangi memilih membelot dari pemerintah RI yang kemudian ikut DI/TII Kartosuwiryo. Mereka tidak mau ikut pergi dari Jawa Barat ke Jogja. Meskipun di rayu oleh Jend Soedirman dengan diksi “Hijrah TNI”. Hanya sekitar 30.000 orang yang mau hijrah ke Yogyakarta.

Tentu yang kita bahas adalah yang tidak mau hijrah. Klo tidak salah, Robert Cribs dan Van Djick sama-sama memuat alasan kenapa mereka tidak mau pergi dari Jabar, lebih tepatnya “Karawang”.

Karena para pasukan tersebut terlalu nyaman berada dan mengatur “lumbung pangan nasional” di Karawang. Kemudian tiba-tiba saja perjanjian Renville 1948 menyebut RI harus pergi dari Jabar. Makanya, motif-motif strategis seperti ini jarang dibahas. Soal pangan, masih akan terus strategis karena kita belum makan listrik. . . Lalu? Jangan minta solusi. Banyak orang yang digaji tinggi untuk memikirkan itu. Santai saja.

Sumber : Status facebook Iman Zanatul Haeri

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *