Tito Calon Tunggal, Bukti Jokowi Tidak Tunduk pada Partai Penguasa

Oleh : Rusli Sucioto

Ketika siang tadi terdengar nama Komjen Tito Karnavian diajukan Presiden Jokowi sebagai Calon Tunggal Kapolri, membuat kalangan yg menuduh Presiden Jokowi yg adalah boneka partai langsung terhenyak. Terpilhnya nama Tito langsung menyisihkan 8 nama Calon Kapolri lainnya yg sudah diajukan Kompolnas. Nama-nama itu mulai diajukan ketika Kapolri sekarang - Irjen Badrodin Haiti - memasuki masa pensiun.

Dari kedelapan nama yg diajukan Kompolnas masih terdapat nama Duo Budi yg sempat membuat gaduh pemilihan Kapolri sebelumnya. Sebagian publik mungkin menilai Komjen Budi Gunawan atau Komjen Budi Waseso yg akan maju untuk menjadi Kapolri kali ini, karena jelas merupakan titipan dari partai yg berkuasa sejak pemilihan Kapolri lalu. Namun pagi tadi Presiden Jokowi sudah menunjukkan keputusan dengan tepat.. Komjen Tito Karnavian adalah pilihan satu-satunya untuk memperlihatkan bahwa seorang Presiden tidak tunduk kepada penguasa partai yg kini sedang berkuasa.

Diajukannya nama Komjen Tito sebagai Calon Tunggal, maka Komjen Budi Gunawan - yg kini menjabat Wakapolri - sudah tidak memiliki kesempatan menjabat Kapolri lagi. Sedangkan Komjen Budi Waseso akan dibiarkan untuk semakin buas di posisi Kepala BNN memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Sebagai perwira polri yg lebih senior, Komjen Budi Waseso langsung menyampaikan dukungan kepada Komjen Tito siang tadi, dengan mengabaikan masalah senior-junior, namun kenapa Presiden Jokowi lebih memilih Komjen Tito yg lebih junior.? Kenapa bukan Komjen Budi Gunawan atau Komjen Budi Waseso yg lebih senior.?

Jelas Presiden dengan hak prerogatif juga ingin menunjukkan bahwa Presiden akan segera melakukan bersih-bersih di kalangan Polri. Presiden jelas akan memangkas dua atau tiga generasi perwira Polri yg sudah tercemar skandal rekening gendut atau korupsi. Komjen Tito yg masih memiliki 'tiga bintang' diharapkan segera dapat membersihkan sektor lalu-lintas dan reserse yg dikenal basah. Komjen Tito masih bersih dari kontaminasi 'mesin uang' pejabat Polri masa sekarang ini. Selain itu Komjen Tito yg dikenal dapat bermain cantik untuk meredam ormas intoleransi di Indonesia tanpa menimbulkan gesekan yg lebih besar seperti di Poso, intelijen Komjen Tito diharapkan bisa memangkas habis kelompok radikal dengan cara yg rapi tanpa menimbulkan kerusakan besar di sekelilingnya.

 Jelas kali ini pilihan Presiden Jokowi sudah tepat. Semoga Pak Tito dapat segera dilakukan fit and proper test and terpilih sebagai Kapolri berikutnya.** (ak)

Sumber : kompasiana

 

Thursday, June 16, 2016 - 06:45
Kategori Rubrik: