Tips Tetap Cinta Pekerjaan yang Picu Stres Berkepanjangan

REDAKSIINDONESIA - Waktu kerja normal dan seimbang adalah delapan jam dalam sehari, selama 5 atau 6 hari, dan 12 hari jatah cuti tahunan. Lalu, bagaimana ketika pekerjaan sudah mengonsumsi seluruh waktu serta ruang berpikir, sehingga Anda merasa begitu letih dan stres yang berkelanjutan? Rasanya, sebesar-besarnya rasa cinta Anda pada pekerjaan, ketika hal itu sudah membuat Anda depresi dan tak bahagia, patutkah untuk terus dipertahankan dan dibangga-banggakan?

“Kunci untuk keluar dari kondisi itu adalah menimalisir stres yang bisa membuat performa kerja Anda menurun,” saran Dr Hendrie Weisinger, rekan penulis buku How To Performa Under Pressure: The Science of Doing Your Best When It Matters Most.

Weisinger juga membeberkan empat kiat meredakan stres dan kembali mencintai pekerjaan Anda. Berikut uraiannya?

Ciptakan ritual “me time” sebelum meeting

Stres sebelum presentasi yang menyebabkan jantung berdebar dan tangan berkeringat, bisa ditangkal dengan cara memikirkan hal-hal bahagia di luar pekerjaan. Bayangkan momen liburan Anda, perbuatan manis pasangan, atau Anda bisa melihat-lihat kembali foto-foto yang memperlihatkan wajah bahagia Anda.

“Beberapa studi menemukan bahwa melihat kembali foto-foto bahagia bisa membuat Anda tegar dan semangat,” jelas Dr Weisinger.

Berdiri bak superhero selama dua menit

Lupakan busana terbaik dan riasan wajah tanpa cela. Salah satu cara efektif sebelum memulai sebuah pekerjaan yang Anda tahu akan membuat Anda stres adalah berdiri selama lima menit dengan pose bak seorang superhero. Kepalkan tangan Anda, pasang sikap berkecak pinggang, busungkan dada, dan tengadahkan kepala ke atas. Jangan lupa untuk mengatur napas sehingga jantung berdetak stabil.

“Studi teranyar pose berdiri seperti superhero ini, cukup efektif dalam memproduksikan testosterone yang menebarkan rasa percaya diri. Pose ini juga ampuh untuk menurunkan hormone kortisol yang merupakan hormone stres,”urainya.

Simpan rencana dalam hati saja

Memang benar, berbagi keresahan dan kekhawatiran pada keluarga dan sahabat memang bisa meredakan stres yang berkecamuk di kepala. Namun, kebiasaan ini juga bisa membuat Anda semakin tertekan. Sebab, banyak bercerita sana sini mengenai sebuah proyek, peluang promosi, dan rencana pada banyak orang, menyebabkan Anda memiliki ekspektasi terlalu tinggi karena tidak ingin mengecewakan sekeliling Anda. Terutama mereka yang telah berbaik hati meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita Anda. Oleh karena itu, sebaiknya jangan terlalu banyak curhat dan biarkan beberapa hal, entah baik dan buruk, yang berhubungan dengan karier, Anda simpan sendiri saja.

“Saat Anda bercerita pada orang mengenai peluang besar atau kesempatan naik jabatan. Mereka pasti akan mendoakan dan mengharapkan yang terbaik untuk Anda. Terkadang, hal-hal seperti itu malah berbalik membuat Anda tertekan,” jelas Dr Weisinger.

 

sumber: female.kompas.com

Thursday, December 17, 2015 - 10:45
Kategori Rubrik: