Tinggal PKS Sendirian di Pilkada Solo

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Hari ini, Gibran menerima surat rekomendasi dukungan sebagai calon Walikota Solo berpesangan dengan Teguh Prakoso dari DPP Gerindra. Dukungan ini makin membuktikan bahwa kapasitas dirinya memang diakui oleh berbagai partai politik. Kalo masyarakat jelas menyambut Gibran dengan terbuka sebab dari berbagai kunjungan ke perkampungan di Solo terbukti tak pernah sepi. Hal ini makin menunjukkan bahwa arus public semua merapat pada pemilik usaha MangkokKu itu.

Sebenarnya secara kasat mata kita bisa melihat jernih, sulit rasanya menemukan kandidat lain untuk bersaing dengan putra Sulung Presiden itu. Mengapa? Bukan hanya muda, cerdas, berkarakter tetapi juga kemampuan diri untuk mengeskalasi dukungan optimal. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 6 bulan dari niatnya maju bertarung dalam Pilkada sudah banyak organ-organ pendukung.

Sementara yang lain bahkan hingga saat ini belum muncul. PKS, salah satu parpol yang ditingkat nasional memang vis a vis dengan Jokowi, nampaknya malu-malu kucing mengakui kemampuan Gibran. Partai pimpinan Sohibul Iman itu nampaknya nekad sendirian. Semua partai sudah merapat bahkan salah satu kadernya Didik Hermawan yang juga haters Jokowi mengakui mendukung Gibran. Bukan hanya sudah mengunggah foto bersama Gibran, minggu lalu saat menyampaikan pandangan Fraksi PKS, dirinya nekad memakai kemeja seragam para pendukung ayah Jan Ethes itu.

Selang sehari Didik Hermawan langsung dicopot dari jabatannya selaku Sekretaris Fraksi PKS. Menurut Ketua DPC PKS Surakarta, yang dilakukan Didik tanpa berkoordinasi dengan partai.

Dengan keputusan itu, PKS jelas malah menjatuhkan diri dalam jurang kesendirian dan tanpa kandidat dalam Pilkada Surakarta pada 2020. Mereka kira dengan 6 kursi masih bisa mengajukan calon dengan menggandeng setidaknya 2 parpol lain. Padahal dengan PDIP yang meraih 30 kursi hanya tersisa PAN, Gerindra, Golkar yang sama-sama memperoleh 3 kursi serta PSI 1 Kursi. Dengan keluarnya rekomendasi Gerindra hari ini dan pernyataan Golkar sebelumnya yang mendukung Gibran hanya tersisa PAN yang bakal sulit merapat ke PKS.

PSI sendiri sudah sejak lama mendukung pencalonan Gibran sehingga peluang untuk mengajukan calon relatif tertutup. Disisi lain, calon independen Bagyo Wahyono – FX Supardjo (Bejo) sudah dinyatakan lolos oleh KPU. Otomatis peluang melawan kotak kosong ya jelas tertutup rapat. Sikap PKS yang ngotot tidak mau merapat, menunjukkan bahwa cara bermain politik yang dilakukan sangat mentah. Dan ini bakal membuang energy yang sudah dikeluarkan oleh kader-kader

 

Tuesday, August 4, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: