Tim Mawar

ilustrasi
Oleh : Iyyas Subiakto
 
Pak Muldoko menegaskan bhw tidak usah lagi menyebut ada Tim Mawar dlm tragedi 21-22 Mei 2019, di depan kantor Bawaslu Jl. Thamrin Jkt.
 
Saya setuju dgn pernyataan itu, karena akan membuka luka lama, yg sebenarnya sampai sekarang belum sembuh. Seperti penuturan Prof.Kiki bahwa msh ada 13 aktivis yg hilang sampai sekarang, kalau mati dimana kuburannya. Bahkan Kivlan Zein pernah mengatakan tau kuburannya, tapi sampai sekarang juga tidak jelas, alias raib begitu saja. Sementara diantara aktivis seangkatan itu skrg ngendon diketiak PS dlm partai Gerindra dan jadi anggota DPR. Ironis !!.
 
Kenapa tersebut nama Tim Mawar dlm kasus kerusuhan di Bawaslu, ya karena salah satu pelakunya adalah bekas anak buah PS, jg Kivlan Zein sang pengendali dan perancang operasi sdh ditangkap dgn bukti dan keterangan dari orang suruhannya, siapa yg tdk tau kalau Kivlan jg jongosnya PS. Namun demikian, kita tau bahwa negara ini harus dikelola dgn apik tanpa main babat kalau berat akibatnya. Dalam politik negosiasi lumrah, apalagi bila menyangkut kedamaian dan kenyamanan rakyat yg cuma ingin cari makan gampang, jgn ada perang, kalaupun ada yg sampai ngasah parang karena kalah, cukup dikasi tau 2024 msh ada pilpres, tinggal cepatan siapa yg datang duluan, antara kematian dan pilpres diadakan.
 
Himbauan Pak Muldoko itu sebenarnya agak bersayap, seolah mengatakan Tim Mawar sdh masa lalu sekarang nyaris ada Tim Melati yg bisa buat banyak orang lain mati. Benang merahnya jelas, saat PS ketemu Pak JK, bhw disampaikan PS menelpon anak buahnya utk tdk lagi membuat kerusuhan, dan jgn datang ke MK saat sidang sengketa pilpres. 
Prilaku PS ini sebenarnya tdk cocok dgn IQnya, dia selalu menyanggah apa saja kejadian yg ada korelasi dgn dirinya, seperti kasus RS, surat suara tercoblos, termasuk himbauan people power kan dari mulut mereka, yg disemburkan oleh mulut AR si tua celaka, dan itu jelas Tim Pemenangan mereka, namun bgt cepat mereka menyanggah bhw orang-orang yg bermasalah bukan lagi orang mereka, termasuk Kivlan Zein membuat pernyataan bhw prilakunya adalah inisiatif dia sendiri tdk ada orang lain, halah.plan kivlan, kodokpun tau kalau ente anak buah PS, terus kalau kau berhasil makar, apa kau bs jadi presiden, bukan PS. Bukankan semua usaha kalian utk kepentingan PS yg kemecer mau jadi Presiden.
 
Lucunya lagi, Pak Wiranto memgatakan bhw Kivlan makan saja sll minta ama dirinya, bgmn bs mendanai operasi mematikan itu tanpa bandar. Salahnya orang-orang itu kalau buat pernyataan sll blunder dan mudah banget kebaca. Contoh, kalau dia gak tau urusan rusuh-rusuh itu, ngapaian dia telepon orang-orangnya di depan Pak JK, ngapain dia repot nelpon orang-orangnya di lapangan, berarti kan ada sistim komando yg jalan, atau minimal ada komunikasi yg terkoneksi.
 
Tapi apapun yg terjadi dalam kondisi saat ini, yg urgen adalah menyadarkan semua pihak bhw Indonesia bth kedamaian. Shg PS perlu dijinakkan. Tapi kalaupun dia mau dilindungi, lindungilah dgn bijak, tidak menyakiti hati rakyat yg sdh melihat sepak terjangnya, terus dia masih bebas berbuat seenaknya, kesannya jadi negara takut sama dia, shg dia seenak udelnya. 
 
Jadi, apapun yg kita lihat skrg adalah sisa kebobrokan masa lalu yg berimbas dan harus ditanggung lama oleh bangsa ini. Kerusakan moral yg dibentuk orba merasuk menjadi budaya. Angkatan darat sbg anak emas Soeharto, khususnya para jendral tua, baik yg sdh pensiun maupun pensiun aktif, tdk gampang menepis isu bhw mereka pernah jd bagian dari orba yg saat pensiun pada kaya raya, dan hal itu dicibiri anak Cendana kl sang jenderal belagak bersih, dgn itu pula kadang mereka kagok kl berhadapan dgn kel Cendana, atau bisa saja mereka rindu pada zaman keemasan bersama, sampai mereka lupa usia, dan pada tua yg sdg dinanti tanah dgn liang menganga. 
 
So, kita lihat saja apa yg bakal ada, apakah PS bs jd tersangka, atau cuma ribut diawalnya, selanjutnya seolah tdk pernah terjadi apa-apa. Kita biarkan waktu yg menyelesaikannya, atau  sampai kadaluwarsapun tak pernah ada penyelesaiannya.
 
Buat kita, akhirnya pakai gaya yg biasa, asudahlah yg pntg aman, dan hukum akan berjalan sesuai arahan, jadi tak usah heran kalau seragam orange jd kebanggaan, makanya saat memakainya pada cengengesan seolah tak ada kejadian. Dan kebenaran cuma jd ucapan, sementara prilakunya terus melakukan kesalahan.
 
Ah..semoga anak cucu kita kelak masih bisa merasakan Indonesia memasuki zaman keemasan tanpa ada lagi orang-orang yg ucapannya penuh nasihat, prilakunya penuh maksiat.
 
#INDONESIAMENANTIMUKJIJAT
 
Sumber : Status Facebook Iyyas Subiakto
Friday, June 14, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: