by

Tiki Taka Geng Celebes

Oleh : Gunadi

Pertama, Rabu 24 November 2021. Bamsoet bercerita bahwa Jokowi-lah yang memutuskan lokasi sirkuit formula E. Tentu semua kaget dan bertanya-tanya, mengapa harus Presiden.Kedua, Kamis 25 November 2021, Stafsus Mensesneg membantah pernyataan Bambang. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, membantah bahwa penentuan lokasi venue Formula E ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.Faldo menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemprov DKI Jakarta dan panitia penyelenggara.

Ketiga, Kamis 25 November 2021, Anies membantah Bamsoet, dan menegaskan bhw lokasi akan ditentukan oleh Formula E Operations (FEO), Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro.Keempat, Jumat 26 November 2021, Bambang mengklarifikasi pernyataannya. Klarifikasi soal Jokowi Pilih Trek Formula E, Bamsoet: IMI yang TentukanKeempat informasi di atas, menggarisbawahi peristiwa bahwa Alberto Longo sebagai Co-Founder sekaligus Chief Championship Formula E Operations (FEO), berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo ATAS PERMOHONAN GUBERNUR ANIES BASWEDAN (versi Bamsoet)

Dan versi Stafsus Mensesneg, Faldo membenarkan bahwa GUBERNUR DKI JAKARTA, ANIES BASWEDAN, MEMINTA MENGHADAP PRESIDEN JOKOWI BERSAMA CEO FORMULA E: “Gubernur DKI Jakarta sudah ajukan waktu untuk menghadap Presiden, dengan mengajak serta CEO Formula E”Sbg pembelaan, Bamsoet mengatakan bhw Alberto Longo sebagai Chief FEO berharap dapat bertemu Presiden Jokowi atas permohonan Gubernur Anies, untuk meminta arahan terkait lokasi, dan ini bentuk penghormatan Alberto, yg mnrt Bamsoet, melakukan hal serupa di beberapa negara.

Supaya tdk mnjadi disinformasi, alangkah baiknya bila Bamsoet menyebutkan contoh bhw Alberto Longo pernah ketemu pemimpin negara2 penyelenggara Formula E, misalnya China, Canada, Jerman, USA. Menjadi unik (atau menjadi “lebih jelas” bila hanya Presiden Jokowi yang ingin ditemui atas permintaan Anies. Jadi, apa maksudnya menyebut nama Jokowi, yang sedang sibuk mengurus persiapan MOTOGP di Mandalika? Studi kelayakan awal yg dilakukan, mencatat perkiraan total keuntungan sebesar Rp3,12T, yg terdiri dari pendapatan finansial Jakpro Rp544 M dan dampak ekonomi sebesar Rp2,58T. Ternyata, BPK menemukan bhw studi kelayakan tsb tidak memasukkan nilai komitmen yang wajib dibayar Dispora DKI Jakarta setiap tahun yg mencapai Rp2,35T.

BPK jg menemukan bhw total biaya yg tdk tercatat dlm studi kelayakan ialah Rp3,25T, dan total biaya yg hrs dikeluarkan Pemprov DKI ialah Rp4,48T. Ini berpotensi menyebabkan kerugian Rp1,36T karena pemasukannya hanya Rp3,12T.Kembali lg ke pertanyaan: Apa urgensinya membawa nama Jokowi? Lebih jelasnya, menurut Bamsoet dan Faldo, mengapa BAMSOET MENYEBUT NAMA JOKOWI DAN ANIES MEMINTA JUMPA JOKOWI? Siapa di balik ini semua? Gang Celebes sedang mencoba memainkan pion-pionnya. Sayangnya, premisnya terlampau lemah. Yakinlah, Gang ini selalu punya cara lain ke sana. Juni 2022 nanti Jakarta berulang tahun. Formula E memang sengaja dibuat di bulan itu. Anies tentu ingin dikenang sbg Gubernur “berprestasi”. Tak cuma itu, kursi 2024 mungkin sedang diincar. Kalau sampai gagal, cukup jd “21 pahlawan dunia” ala MUI DKI Jakarta. Hallo mujahid digital, assalamuallaikum. ReunI jadinya dimana?

Sumber : Status Facebook Gunadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed