Tidak Sholat Jum'at Malah Dhuhur Berjamaah

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Ini contoh bagaimana orang tidak paham maqashid syariah. Setidaknya gagal memahami sebuah instruksi secara lengkap.

Intinya kan bukan tidak boleh shalat Jumat, juga bukan tidak boleh ke masjid. Intinya itu tidak boleh berkumpul. Fatwa larangan Jumatan itu maksudnya biar tidak kumpul, meski pun di masjid. Tentu termasuk di kantor, pasar, sekolah, kampus dan semuanya.

Ternyata kok gagal paham. Shalat Jumat memang ditiadakan, tapi diganti shalat zhuhur, tapi tetap kumpul-kumpul shalat zhujur berjamaah di masjid. Duh minta ampun.

Kan jadi berdosa semuanya, karena meninggalkan shalat Jumat.

Sebab semua syarat wajib dan syarat sah sudah terpenuhi untuk shalat Jumat, lha ngapain pada shalat zhuhur? Itu namanya meninggalkan kewajiban dan berdosa. Shalat zhuhurnya sah tapi dosa.

Masjid lain juga aneh. Sudah dinasehati imam agar jangan bikin Jumatan. Eh imamnya malah ngeyel dan ngotot mau Jumatan juga, padahal yang hadir cuma 10 orang. Lalu shalat Jumat digelaelr dengan hanya 10 jamaah termasuk khatib dan imam. Yah kan juga nggak sah.

Nggak usah bawa-bawa mazhab Hanafi segala, apa pernah terjadi sepanjang 23 tahun di masa kenabian dan 30 tahun sesudahnya yakni di masa shahabat digelar shalat jumat dengan peserta 10 orang?

Ini mirip-mirip kita dilarang berkata cis, uff, ah kepada Ibu kita. Maksudnya dilarang durhaka kepada ibu. Eh ternyata ibunya sendiri malah diperkosa berkali-kali sampai hamil. Kan kurang ajar banget itu namanya.

Menghadapi mereka yang rada-rada kayak gini, enaknya diapain ya?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, March 21, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: