Tidak Menjadikan Orang Kafir Kaya

Ilustrasi

Oleh : ABhumi

Sekedar informasi untuk membantu mereka yg ingin menegakkan Ekonomi Syariah dengan cara:

*TIDAK MENJADIKAN KAYA ORANG KAFIR*

Jauhi menggunakan produk Facebook, Google, dan Twitter (maybe).

Kenapa harus d jauhi? Wong bermanfaat kok, lagipula gratis! Dasar kwek o'on.

Gratis? Gratis hanyalah ilusi. Semua harus bayar. Bagi sosmed dan search engine, duit kita gak ada artinya. Kita d minta bayaran gak pakai duit. Kita bayar pakai informasi.

Pernah liat2 Laptop d website toko online? Trus pelototin detail produk tertentu?

Sim Salabim!!!

Ke website manapun anda pergi, laptop tersebut akan mengejar2 anda minta d beli.

Informasi itu yg mereka jual. Medsos tidak meminta bayaran apapun dari anda. Karena anda adalah "pasar."

Medsos menjual pasar tersebut pada vendor2 fakir pasar yg membutuhkan. Semakin besar pasarnya, yah semakin kaya medsosnya.

Seru bukan? 

Lalu mengapa kita harus menjauhi medsos2 tersebut kalau benar ingin menegakkan Ekonomi Syariah dengan cara "tidak menjadikan kaya orang kafir?"

Karena sebagian besar owner medsos2 tersebut adalah non Muslim. Bahkan ada yg atheist.

Hanya memakai produk mereka saja, anda sudah memperbesar "pasar" mereka. Dan ikut serta memperkaya mereka.

Selain Twitter aku tidak melihat pemilik Muslim dari medsos2 tersebut. Itupun orgnya saat ini d tangkap dalam rangka konsolidasi kekuatan pewaris tahta Mohammed bin Salman.

Berikut gambaran kasar kepemilikan medsos 

#Facebook:
Mark Elliot Zuckerber - 28.4%
Jim Breyer & Accel Partners - 11.4%
Dustin Moskovitz - 7.6%
Yuri Milner & Digital Sky Technologies - 5.4%
Eduardo Saverin - 5%
Sean Parker - 4%
Peter Thiel - 2.5%
Microsoft - 1.3%
Chris Hughes - 1%
Li Ka-shing - 0.8%

#Google (Alphabet):
Larry Page & Sergey Brin - 51.1%

#Twitter:
Evan Clark Williams - 43.7%
Alwaleed bin Talal - 34.9%

(kweek)

Sumber : Status Facebook ABhumi

Wednesday, December 6, 2017 - 12:45
Kategori Rubrik: